Militer AS 'Waspada' Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Minggu, 21 Jun 2026, 11:30 WIB

WASHINGTON — Militer AS mengatakan tetap "hadir dan waspada" di Selat Hormuz, tak lama setelah Iran mengumumkan akan menutup jalur pelayaran penting tersebut.

"Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan, Sabtu (20/6).

Ket. Foto: Pasukan AL AS mendukung operasi di atas kapal USS Gonzalez (DDG 66) dan USS Thomas Hudner (DDG 116) saat kapal-kapal tersebut melintasi Laut Merah. — Sumber: X/CENTCOM

CENTCOM, yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah, mengatakan, 55 kapal komersial telah melintasi selat tersebut pada hari Sabtu dan "jalur aman melalui jalur air internasional tetap terjaga hari ini."

Pernyataan tersebut dikeluarkan sekitar pukul 10:30 pagi (waktu setempat).

Iran, beberapa saat sebelumnya mengumumkan, mereka menutup selat tersebut sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap Lebanon, karena menganggap serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan rapuh mereka dengan Amerika Serikat.

Ketegangan yang kembali meningkat muncul ketika para negosiator AS dan Iran diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan tentang implementasi perjanjian tersebut di Swiss.

Wakil Presiden JD Vance, berbicara di Fox News sebelum pengumuman Iran, mengatakan ia berharap akan melakukan perjalanan ke Swiss dalam "beberapa hari ke depan" untuk mengambil bagian dalam negosiasi.

Perusahaan pelacak maritim mengatakan pada hari Jumat bahwa lalu lintas melalui selat tersebut telah meningkat ke tingkat tersibuk dalam dua bulan terakhir.

  • selat hormuz

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.