SMAN 3 Kota Sorong terima pendaftar SPMB capai 636 orang

Minggu, 21 Jun 2026, 10:21 WIB

SORONG – SMA Negeri 3 Kota Sorong, Papua Barat Daya, mencatat sebanyak 636 calon peserta didik telah mendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026, sementara daya tampung sekolah tersebut hanya sebanyak 396 siswa.

Kepala SMA Negeri 3 Kota Sorong, Natali Lapik, di Sorong, Minggu (21/6), mengatakan proses pendaftaran SPMB telah dibuka secara serentak sejak 17–18 Juni 2026 dan sebanyak 478 calon peserta didik telah menyelesaikan proses verifikasi data dari total pendaftar awal.

Ket. Foto: Tampak gedung SMAN 3 Kota Sorong yang berada di Jl Baru Kota Sorong. — Sumber: ANTARA

"Daya tampung sekolah kami hanya 11 rombongan belajar (rombel) atau sebanyak 396 siswa. Dengan jumlah pendaftar yang ada saat ini, diperkirakan sekitar 80 calon siswa tidak dapat tertampung," katanya.

Ia menjelaskan kapasitas penerimaan siswa baru tahun ini disesuaikan dengan jumlah rombel yang lulus pada tahun ajaran sebelumnya, yakni 11 kelas. Selain itu, setiap rombel dibatasi maksimal 36 siswa sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Menurut dia, pelaksanaan SPMB di SMAN 3 Kota Sorong dilakukan secara ketat berdasarkan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 dan petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan.

Karena itu, dia berharap masyarakat dapat menerima hasil seleksi yang akan diumumkan pada 24 Juni 2026.

"Kami menjalankan proses seleksi sesuai aturan yang berlaku sehingga kesempatan diberikan kepada siswa yang memenuhi persyaratan pada masing-masing jalur penerimaan," ujarnya.

Natali menjelaskan penerimaan siswa baru dilakukan melalui jalur domisili sebesar 35 persen, jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 30 persen, dan jalur mutasi orang tua sebanyak 5 persen.

Pada jalur domisili, kata dia, sekolah memberikan prioritas kepada Orang Asli Papua (OAP) dengan komposisi 60 persen dari kuota jalur tersebut, sementara 40 persen lainnya diperuntukkan bagi non-OAP.

Sementara pada jalur prestasi, sekolah hanya menerima siswa yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik yang memenuhi syarat.

Untuk prestasi akademik, calon siswa dari sekolah besar minimal masuk peringkat 10 besar, sedangkan dari sekolah dengan jumlah siswa lebih sedikit dapat berasal dari peringkat tiga besar.

"Untuk jalur nonakademik harus memiliki sertifikat yang telah dikurasi dan terverifikasi secara nasional sehingga prestasi yang dimiliki benar-benar dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Pada jalur afirmasi, sekolah menerima peserta didik yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), serta anak berkebutuhan khusus sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Sedangkan pada jalur mutasi, syarat utama yang harus dipenuhi adalah perpindahan tugas orang tua dengan masa perpindahan maksimal tiga tahun.

Ia menambahkan jumlah pendaftar tahun ini relatif sama dibandingkan tahun sebelumnya yang juga berada pada kisaran 600 hingga 700 calon siswa.

Menurut dia, tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di SMAN 3 Kota Sorong tidak seluruhnya berbanding lurus dengan jumlah peserta yang memenuhi persyaratan, terutama pada jalur prestasi yang menerapkan standar nilai cukup tinggi.

"Kami berharap siswa yang belum tertampung tetap melanjutkan pendidikan di sekolah lain, termasuk sekolah swasta yang masih memiliki daya tampung. Yang terpenting adalah semangat untuk terus belajar," ujarnya.

  • Pendaftar SPMB

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.