- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gelombang Panas Ekstrem Te...
Gelombang Panas Ekstrem Terjang Eropa, Suhu di Prancis dan Jerman Tembus 40 Derajat Celsius
Minggu, 21 Jun 2026, 06:30 WIBPARIS -Â Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa mendorong pemerintah Prancis menggelar rapat darurat, memicu peringatan cuaca secara nasional di Jerman, serta menimbulkan tekanan bagi warga dan wisatawan di Italia, seiring suhu udara yang mendekati rekor tertinggi.
Dilansir dari The Straits Times, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu dijadwalkan memimpin rapat krisis pada Sabtu (20/6) setelah badan meteorologi nasional Meteo France memperingatkan bahwa gelombang panas akan berlanjut hingga pekan depan dan memiliki tingkat keparahan yang sebanding dengan gelombang panas besar pada 2003 dan 2019.
Pada Minggu (21/6), prakirawan cuaca memperkirakan suhu mencapai 39 hingga 40 derajat Celsius di wilayah barat daya Prancis, kawasan Paris, hingga Burgundy. Bahkan, beberapa daerah berpotensi mengalami suhu hingga 41 derajat Celsius.
Suhu diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin dan berpotensi menyamai rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat.
Jerman juga menghadapi peringatan gelombang panas hampir di seluruh wilayah negara itu, dengan suhu mendekati 38 derajat Celsius. Layanan cuaca Jerman, DWD, memperingatkan bahwa kombinasi suhu tinggi dan kelembapan dapat memicu badai petir hebat.
Di Italia, suhu yang diperkirakan mencapai 36 hingga 37 derajat Celsius mulai mengubah aktivitas sehari-hari dan sektor pariwisata di sejumlah kota.
Di Roma, wisatawan mengantre di bawah terik matahari di luar Colosseum, menjadikan aktivitas wisata sebagai ujian ketahanan fisik. Sebagian pengunjung mencari kesejukan di ruang bawah tanah yang lebih dingin di bawah reruntuhan Kuil Claudius yang sebagian tersembunyi.
Sementara itu, di kota Bologna yang merupakan salah satu kota terpanas di Italia, warga terlihat membasuh wajah dengan air di Air Mancur Neptunus yang bersejarah dan berlindung di bawah teduhnya lorong-lorong beratap khas kota tersebut.
Di Warsawa, Polandia, masyarakat juga memadati kawasan rekreasi musim panas di sepanjang Sungai Vistula untuk menghindari suhu yang menyengat.
Picu Dampak Ekonomi
Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim membuat gelombang panas di Eropa semakin sering terjadi dan semakin intens. Kondisi ini meningkatkan risiko darurat kesehatan sekaligus mengganggu aktivitas ekonomi selama musim panas.
Pemerintah Kota Paris berupaya mengurangi dampak gelombang panas terhadap warga dengan membuka taman-taman kota selama 24 jam. Wakil Wali Kota Paris, Emmanuel Gregoire, telah memerintahkan seluruh taman tetap beroperasi sepanjang hari dan malam.
Dampak ekonomi dari suhu ekstrem juga mulai menjadi perhatian.
Gubernur Bank Sentral Prancis (Bank of France), Emmanuel Moulin, mengatakan dampak jangka pendek terhadap pertumbuhan ekonomi masih bersifat campuran karena di satu sisi produktivitas menurun, tetapi di sisi lain konsumsi energi meningkat.
Meski demikian, ia memperingatkan bahwa dalam jangka menengah, gelombang panas berpotensi memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan pertumbuhan secara keseluruhan.
- Gelombang Panas Eropa
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Andes
Berita Terkait:
-
Ambisi Antariksa: Tiongkok Bakal Luncurkan 20.000 Satelit
-
Finfluencer dalam Sorotan, OJK Segera Terbitkan Regulasi
-
Benua Eropa Membara! Gelombang Panas Telan Korban Jiwa, Infrastruktur Lumpuh, dan Kebakaran Liar Mengganas
-
Eropa Dilanda Gelombang Panas dan Kebakaran Hutan Hancurkan Ribuan Hektare Tanah, Warga Panik Mengungsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.