Pecinan Glodok Jakarta Barat Terus Bersolek, Siap Jadi Destinasi Wisata Unggulan Ibu Kota.

Minggu, 21 Jun 2026, 07:35 WIB

Kawasan bersejarah Pecinan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat terus bersolek untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu lokasi wisata unggulan di Ibu Kota.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar festival kuliner malam yang melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta panggung hiburan bernuansa budaya lokal, dengan tetap mempertahankan karakteristik asli Pecinan Glodok.

Ket. Foto: Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri festival kuliner malam di kawasan Pecinan Glodok, Tamansari, Sabtu (20/6) malam. — Sumber: Antara Foto

"Pecinan Glodok ini memang sudah menjadi ikon wisata di Jakarta. Karena itu kita terus menjadikan tempat lebih nyaman buat para pengunjung. Tentu kita akan pertahankan dari sisi kelestarian, dari ornamennya, kemudian ciri khasnya," kata Iin kepada ANTARA usai menghadiri festival kuliner di Pecinan Glodok, Sabtu malam.

Lebih lanjut, sebagai langkah awal penataan, pihak Iin fokus mengevaluasi beberapa aspek krusial, mulai dari sistem perparkiran, keamanan hingga kebersihan.

Hal itu dilakukan melalui koordinasi lintas sektor terkait dengan melibatkan seluruh komunitas lokal di kawasan tersebut.

​Menurut Iin, aktivasi kawasan ini tidak hanya berorientasi pada perpanjangan jam operasional UMKM, melainkan juga menyediakan ruang interaksi sosial bagi masyarakat luas.

​"Tempat ini bukan hanya milik Jakarta Barat, tetapi milik seluruh warga DKI Jakarta, bahkan luar Jakarta. Kami berharap warga bisa hadir menikmati suasana sore hari atau akhir pekan di sini karena kulinernya banyak dan tempatnya nyaman," tutur wali kota yang baru saja menyelesaikan program doktoral di bidang ilmu pemerintahan itu.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat, Sherly menambahkan bahwa Pecinan Glodok yang kian bersolek ini juga berkaitan dengan integrasinya dengan Kota Tua di bawah satu payung kawasan wisata.

Ia pun menegaskan bahwa pada dasarnya, Kawasan Kota Tua membentang bukan hanya sekitar area museum sampai dengan Pelabuhan Sunda Kepala.

"Tapi sampai ke sini, ke Pancoran Glodok," kata Sherly.

Adapun, kata Sherly, integrasi fisik kedua kawasan ikonik ini akan semakin kuat seiring dengan pembangunan proyek transportasi massal MRT Jakarta Fase 2.

​"Nanti dengan adanya pembangunan MRT fase 2, stasiunnya akan menyambungkan mulai dari kawasan Pecinan ini langsung ke objek wisata Kota Tua. Jadi, rangkaian perjalanan wisatawan nantinya akan menyatu dari sini sampai ke Kota Tua," tutur Sherly.

​Sherly menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival kuliner malam ini menjadi modal penting untuk mendorong Pecinan Glodok sebagai destinasi wisata malam, serupa dengan kawasan pecinan ternama di luar negeri.

​"Kita tahu kawasan pecinan di luar negeri seperti Lau Pa Sat di Singapura atau Petaling Street di Kuala Lumpur, hingga Pasar Semawis di Semarang. Jakarta punya potensi yang sebenarnya lebih keren karena di sini ada bangunan yang usianya lebih dari 350 tahun. Potensi historis ini yang akan terus kita dorong dan kembangkan," pungkas Sherly.

Festival kuliner malam di Pecinan Glodok Jakbar diserbu masyarakat

Masyarakat menyerbu festival kuliner malam yang diselenggarakan Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) di kawasan Pecinan Glodok, Tamansari, Sabtu malam.

Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 22.00 WIB, tenan-tenan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mayoritas menjual berbagai jenis kuliner.

Selain itu, acara utama yang menyuguhkan penampilan dari Abang None Jakarta Barat serta grup-grup musik dan mata acara bernuansa budaya lokal juga menambah semarak festival di salah satu pusat wisata di ibu kota itu.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan bahwa UMKM adalah salah satu tiang utama perekonomian rakyat yang mesti didukung dan dipastikan keberlanjutannya, termasuk melalui bazar UMKM.

"Kita ingin menghidupkan bagaimana UMKM ini sebagai eksistensi dari soko guru perekonomian. Kita angkat dan kita tingkatkan mereka agar naik kelas. Tentu nanti dengan pembinaan selanjutnya," kata Iin di lokasi, Sabtu malam.

Menurut Iin, Bazar UMKM di kawasan Pecinan Glodok akan terus berjalan, mengingat antusias masyarakat yang tinggi terhadap kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini tidak hanya berhenti di malam ini. Kami akan sustainable goals-nya adalah akan mengangkat kearifan lokal, baik dari sisi budaya, sisi UMKM, dan sisi yang lainnya," ujar Iin.

Lebih lanjut, Iin berujar, pihaknya juga berencana meramaikan kawasan Pecinan Glodok dengan kegiatan-kegiatan lain, selain Bazar UMKM agar kawasan ini semakin dikenal.

"Anak-anak kita yang memiliki talenta, anak-anak kita yang memiliki kompetensi untuk bisa tampil di sini. Tempat ini untuk atraksi, aktivasi warga kita. Baik anak-anak, remaja atau kelompok-kelompok seni budaya, kita bisa tampil di sini," pungkas Iin.

Antusiasme terhadap kegiatan tersebut disampaikan oleh sejumlah masyarakat yang hadir. Salah satunya adalah Yuyun, warga Kelurahan Keagungan Tamansari.

Menurutnya, kegiatan bazar ini berdampak langsung bagi UMKM yang terlibat menjajakan dagangan. "Di sini kan pedagang UMKM jadi bisa berjualan, dagangan mereka jadi pada laku," kata Yuyun.

Yuyun mengaku hampir setiap minggu ke Pecinan Glodok bersama keluarga untuk wisata kuliner. Salah satu makanan favoritnya, yakni soto Bang Kumis.

"Di sini juga banyak makanan lain, jadi ngajak anak-anak juga pada senang. Tadi udah nyobain gudeg, sama anak-anak ini pada jajan," tuturnya.

Sementara salah satu pelaku UMKM penjual dimsum, Febi menyambut baik festival kuliner malam tersebut.

Sebagai pelaku UMKM, Febi mengatakan bahwa kegiatan ini bisa menjadi ajang promosi dagangan dimsum mentai yang baru dilakoninya selama kurang lebih satu tahun ini.

"Menurut aku menguntungkan UMKM untuk lebih mengeksplor brand-nya keluar. Jadi, masyarakat juga tahu kalau ada brand ini dan kita jualan di sini. Jadi kayak masyarakat mencicipi cita rasa dari kita sih," imbuhnya.

  • Glodok Jakarta

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.