- Home
-
- Luar Negeri
-
- Benua Eropa Membara! Gelom...
Benua Eropa Membara! Gelombang Panas Telan Korban Jiwa, Infrastruktur Lumpuh, dan Kebakaran Liar Mengganas
Senin, 07 Jul 2025, 15:25 WIBJAKARTA - Eropa Tengah Terbakar! Gelombang panas ekstrem kembali melanda benua biru, dengan suhu di atas 40°C yang memecahkan rekor dan memicu krisis kemanusiaan.Â
Fenomena cuaca ekstrem ini tak hanya menelan korban jiwa, tapi juga menyebabkan kebakaran hutan hebat, pemadaman listrik massal, dan evakuasi besar-besaran.
Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) memperingatkan bencana ini bukan lagi insiden musiman, melainkan kenyataan baru akibat krisis iklim yang semakin nyata.Â
Mereka mendesak negara-negara Eropa untuk beralih dari strategi reaktif ke kesiapsiagaan proaktif guna menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak di masa depan.
âSetiap musim panas, kita menyaksikan kematian yang sebenarnya bisa dicegah. Gelombang panas semakin mematikan, kebakaran kian meluas, dan yang paling rentan justru paling tidak siap,â ujar Birgitte Bischoff Ebbesen, Direktur Regional IFRC untuk Eropa.
Dampak Menggila: Listrik Padam, Ribuan Dievakuasi, Kota-Kota di Ambang Krisis
Beberapa negara paling terdampak antara lain:
- Prancis: 2 orang meninggal, 300 dirawat di rumah sakit, dan ribuan rumah tangga di selatan mengalami pemadaman listrik. Wilayah Paris siaga oranye, sementara 4 departemen lainnya masuk siaga merah.
- Turki: Kebakaran hutan di Izmir menewaskan 2 orang dan merusak lebih dari 100 rumah. Bantuan darurat digerakkan oleh tim Bulan Sabit Merah.
- Yunani: Lebih dari 5.000 orang, termasuk turis, dievakuasi dari pulau Kreta akibat kebakaran hebat.
- Jerman Timur: Kebakaran juga memaksa evakuasi warga.
- Makedonia Utara: Tim darurat membagikan air dan pelindung panas kepada para migran.
Di tengah suhu ekstrem, sistem darurat kolaps dan permintaan medis melonjak. Di wilayah Ãle-de-France, permintaan bantuan medis naik 15% dalam satu hari.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Hingga awal Juli 2025, delapan orang dinyatakan meninggal dunia akibat gelombang panas ini:
- Spanyol: 4 korban jiwa, termasuk dua petugas pemadam kebakaran di Catalonia.
- Prancis: 2 orang meninggal.
- Italia: 2 orang lansia tewas di pantai Sardinia akibat suhu ekstrem.
Tren Mengerikan: Kematian Akibat Panas Kian Meningkat
2023: 47.690 orang meninggal akibat gelombang panas di Eropa (data ISGlobal).
2022: Lebih dari 60.000 orang tewas, dengan puncaknya pada Juli.
Rata-rata 1991â2020: Sekitar 44.000 kematian akibat panas tiap tahun, angka yang diperkirakan melonjak drastis karena perubahan iklim.
Apa Itu Gelombang Panas?
Gelombang panas adalah fenomena ketika suhu udara jauh lebih tinggi dari rata-rata dan berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu. Kondisi ini terjadi akibat tekanan tinggi yang menahan udara panas di permukaan dan menghambat pembentukan awan, membuat sinar matahari langsung membakar tanah dan udara sekitarnya.
Perubahan iklim memperparah frekuensi dan durasi gelombang panas di seluruh dunia dan Eropa kini menjadi medan tempur nyata dari krisis tersebut.
Gelombang panas bukan sekadar cuaca buruk, tapi alarm darurat iklim global yang tak bisa lagi diabaikan. Saat nyawa terus melayang dan sistem sosial diuji, dunia harus bertindak lebih cepat, lebih sigap, dan lebih serius.
- eropa
- Gelombang Panas
- Gelombang Panas Eropa
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
Duel Guard Maut: Archibald vs Branch, Siapa Raja Baru di Lapangan GMSB Jakarta
-
Kerajinan Sokung Jelang Imlek di Tulungagung
-
Daur ulang kursi roda di Bali
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
-
Penting! Kementerian PU Minta Kendaraan ODOL Tidak Melintasi Jembatan Bailey di Lokasi Bencana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.