Eropa Dilanda Gelombang Panas dan Kebakaran Hutan Hancurkan Ribuan Hektare Tanah, Warga Panik Mengungsi

Jumat, 15 Agu 2025, 13:20 WIB

JAKARTA - Eropa Selatan kini bagai neraka terbuka. Suhu udara melonjak ke tingkat mematikan, memicu kebakaran hutan yang melahap wilayah luas dan memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka. 

Peringatan dini dari ahli cuaca menegaskan bahwa suhu di beberapa titik dapat melampaui 44°C, sebuah rekor yang membuat aspal meleleh dan udara terasa seperti oven raksasa.

Ket. Foto: Gelombang panas ekstrem hingga 44°C memicu kebakaran dahsyat di Eropa — Sumber: Istimewa

Fenomena ini dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang menghisap udara kering dan panas dari wilayah sekitarnya, lalu “mengunci” panas itu di atas daratan Eropa. 

Dampaknya, musim panas tahun ini jauh di luar batas normal, dan perubahan iklim disebut-sebut sebagai biang keladi meningkatnya frekuensi serta intensitas cuaca ekstrem seperti ini. Vegetasi yang mengering menjadi bahan bakar sempurna bagi api yang melalap tanpa ampun.

Data terbaru dari pusat riset Uni Eropa mencatat, hampir 440.000 hektare hutan dan lahan telah terbakar sepanjang tahun ini, melonjak drastis dibanding 189.000 hektare pada periode yang sama tahun lalu.

Spanyol menghadapi situasi darurat dengan 11 titik kebakaran aktif. Sedikitnya tiga nyawa melayang, termasuk seorang relawan berusia 37 tahun. 

Lebih dari 9.000 penduduk dievakuasi, sementara Badan Meteorologi Spanyol mengeluarkan “red alert” di wilayah Badajoz dengan suhu di atas 44°C.

Yunani mengerahkan hampir 5.000 petugas pemadam, puluhan pesawat, dan kapal penjaga pantai untuk memerangi api. Meskipun situasi sedikit membaik, risiko kebakaran tetap tinggi dengan 109 titik api yang masih aktif.

Prancis juga tak luput. Di wilayah Aude, satu orang tewas dan belasan lainnya terluka. Lebih dari 16.000 hektare habis terbakar sebelum api berhasil dikendalikan oleh ribuan petugas. Suhu abnormal akhirnya sedikit mereda, tapi ancaman belum berakhir.

Portugal melaporkan kebakaran di beberapa lokasi, dengan peringatan suhu 42°C di kota Évora yang berstatus Warisan Dunia UNESCO.

Italia mengeluarkan peringatan darurat di 10 kota besar termasuk Roma dan Venesia, sementara suhu diperkirakan melampaui 40°C.

Bahkan Inggris, yang biasanya lebih sejuk, mengalami lonjakan suhu tak wajar di awal pekan sebelum menurunkannya ke status waspada terendah.

Eropa kini menghadapi musim panas yang tak lagi sekadar terik, tapi benar-benar mematikan dan ini bisa menjadi gambaran masa depan jika krisis iklim terus diabaikan.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

Berita Terbaru

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.