BPJS Kesehatan dan Pemkab Poso Hadirkan Program Bunga Desa, Layanan JKN Kini Lebih Dekat ke Warga.

Minggu, 21 Jun 2026, 07:17 WIB

BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso, Sulawesi Tengah, dan kantor pelayanan publik lainnya menghadirkan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) untuk memberikan kemudahan akses layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di DesaTiwa'a, Kecamatan Poso Pesisir.

“Program Bunga Desa kali ini diadakan di Desa Tiwa’a. Jarak tempuh dari Kota Poso sekitar satu setengah jam dengan jarak kurang lebih 30 kilometer," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu HS Rumondang Pakpahan di Poso, Jumat.

Ket. Foto: Petugas BPJS Kesehatan mendekatkan layanan dengan peserta JKN di Desa Tiwa'a melalui program 'Bunga Desa'. — Sumber: Antara Foto

Kegiatan ini sudah berjalan sekitar empat tahun dan terjadwal satu kali dalam sebulan tersebut sangat efektif karena BPJS Kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi peserta JKN yang membutuhkan pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan.

Antusias masyarakat kelihatannya cukup tinggi dilihat dari loket BPJS Kesehatan yang selalu ramai pengunjung.

"Tidak kurang dari 100 peserta yang dilayani per harinya. Peserta paling banyak melakukan perubahan data baik itu bayi baru lahir maupun pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” ujar Rumondang.

Walaupun akses lokal ke Desa Tiwa'a dalam keadaan baik, namun harus berhati-hati terhadap potensi jalan licin atau banjir jika bepergian melintasi jalur utama Trans Sulawesi dalam kondisi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami membuka layanan yang sama seperti pelayanan di kantor, mulai dari pendaftaran peserta baru, tambah anggota keluarga, ubah data peserta, pemberian informasi dan sebagainya," katanya.

Dia menyebutkan instansi yang bersama-sama dalam Program Bunga Desa yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, perbankan dan instansi pelayanan publik lainnya.

Rumondang menambahkan cakupan kepesertaan JKN aktif di Kabupaten Poso per bulan Juni 2026 yaitu sebanyak 227.118 jiwa dari total jumlah penduduk sebanyak 256.672 jiwa atau telah mencapai 88,49 persen.

Dia berharap Program Bunga Desa tersebut dapat mengedukasi peserta menunggak iuran mengikuti program cicilan atau Rehab (Rencana Pembayaran Bertahap).

“Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan khususnya di desa-desa terpencil yang ada di Kabupaten Poso agar kami dapat lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, dan memberikan informasi-informasi terbaru terkait program JKN,” katanya.

Salah satu peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang mendapatkan layanan saat itu adalah Deby (36), warga Desa Tiwa'a.

Ia mengaku sangat terbantu Program Bunga Desa karena tidak perlu jauh-jauh melakukan pengurusan ke kantor BPJS Kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

“Saya melakukan berbagai pengurusan, mulai dari Disdukcapil sampai ke BPJS Kesehatan. Semuanya mudah, lancar dan tanpa keluar biaya sepeser pun," katanya.

Deby berharap Program Bunga Desa lebih sering dilakukan agar masyarakat mudah mengakses layanan yang dibutuhkan serta mendapatkan informasi-informasi terbaru terkait program-program pemerintah.

"Saya berterima kasih karena di tengah kesulitan ekonomi, pemerintah hadir memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat di desanya," kata Deby.

  • BPJS Kesehatan

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.