IPSI Akan Perkokoh Pencak Silat untuk Bangun Karakter dan Mental Bangsa

Sabtu, 20 Jun 2026, 22:52 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Sugiono menegaskan bahwa pihaknya ingin memperkokoh posisi pencak silat sebagai bagian penting dari upaya membangun karakter dan mental bangsa.

Hal tersebut disampaikan Sugiono saat menghadiri pengajian akbar pembangunan padepokan pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu.

Ket. Foto: Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Sugiono (kanan) tiba untuk menghadiri pengajian akbar padepokan pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (20/6). — Sumber: ANTARA/HO-PB IPSI

“Itu merupakan salah satu program yang melandasi kepengurusan PB IPSI. Kami mau memperkokoh posisi pencak silat dalam pembangunan karakter dan mental bangsa," ujar Sugiono, dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Sugiono pun mengapresiasi Tapak Suci yang ingin menjadikan padepokan sebagai akademi pencak silat bagi anak-anak yatim piatu dan korban perundungan (bullying). Dia menganggap hal ini sebagai tujuan yang mulia.

“Jawaban yang diberikan dari permasalahan masyarakat terkait kondisi dan keadaan mental terutama generasi muda dan anak-anak kita yang mengalami bullying, yang mengalami kesulitan, merupakan sebuah langkah nyata dari Tapak Suci Putra Muhammadiyah," ucap Sugiono.

Sugiono menekan pula bahwa PB IPSI memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan padepokan tersebut, dengan pihaknya bakal memberi bantuan dana demi kelancaran pembangunan.

Dia yakin Muhammadiyah khususnya Tapak Suci akan terus melestarikan pencak silat, memperkuat karakter bangsa, mempertebal iman generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir MSi menyampaikan harapan besar padepokan dapat segera terwujud sebagai wujud kemandirian bangsa.

Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah akan terus berkiprah membangun fisik, mental dan karakter bangsa.

Padepokan pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah akan dibangun secara bertahap di lahan seluas 4.000 meter persegi dengan anggaran senilai Rp20 miliar.

Nantinya, padepokan ini bisa difungsikan sebagai gedung serbaguna dan bisa dipakai untuk olahraga seperti basket dan tenis. Pula disediakan tempat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar padepokan. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.