Produk Herbal RI Laris Manis di Pasar Internasional, Deal Rp2,5 Miliar Tercapai

Jumat, 19 Jun 2026, 19:25 WIB

JAKARTA – Minat investor Arab Saudi terhadap produk herbal asal Indonesia mencerminkan meningkatnya daya saing sektor kesehatan alami di pasar global, terutama di tengah tren gaya hidup sehat yang terus berkembang.

Produk herbal Indonesia dinilai memiliki keunggulan pada kekayaan biodiversitas serta bahan baku alami yang beragam, sehingga menarik bagi investor yang mencari peluang di industri wellness dan farmasi berbasis bahan alami.

Ket. Foto: Ilustrasi- Pekerja melakukan pengeringan jahe merah yang telah dirajang di ruang pengeringan bersuhu dan tekanan udara tertentu di Pule, Trenggalek, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/ Destyan Sujarwoko.

Di sisi lain, ketertarikan ini juga membuka peluang penguatan hilirisasi dan ekspansi ekspor, namun tetap memerlukan standar kualitas, sertifikasi internasional, serta kepastian rantai pasok agar mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar Timur Tengah yang semakin kompetitif.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut produk herbal asal Indonesia mendapat kesepakatan bisnis untuk pengiriman perdana ke Arab Saudi sebesar Rp2,5 miliar.

Kesepakatan bisnis tersebut dituangkan dalam penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (Letter of Agreement) antara PT Dami Sariwana dari Indonesia dan mitranya, yaitu Al Itholah Trading dari Arab Saudi.

"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap, kesepakatan pengiriman perdana ini membuka lebar kesempatan peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (19/6).

Sementara itu, Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Bagas Haryotejo menyampaikan meningkatnya tren gaya hidup sehat di Arab Saudi menjadi katalis positif bagi masuknya produk herbal Indonesia.

Untuk menjamin keberlanjutan bisnis tersebut, ITPC Jeddah menerapkan langkah preventif berupa verifikasi mendalam terhadap kredibilitas importir produk herbal Indonesia di Arab Saudi sebelum prosesi penandatanganan kerja sama dilakukan.

"Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia," kata Bagas.

Cakupan kesepakatan dagang itu meliputi tiga jenis produk herbal unggulan, yaitu suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, serta produk pelangsing tubuh. Pada tahap awal kerja sama, pengiriman perdana ke Arab Saudi akan dilakukan sebanyak satu kontainer yang dijadwalkan berangkat pada bulan Juli mendatang, setelah memenuhi standar otoritas pangan dan obat- obatan setempat (Saudi Food and Drug Authority/SFDA).

Kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkuat tren positif perdagangan kedua negara, khususnya di sektor nonmigas. Pada Januari-April 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi tercatat sebesar 1,02 miliar dolar AS.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi adalah sebesar 675,80 juta dolar AS dan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi sebesar 345,90 juta dolar AS. Indonesia mencatatkan surplus nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar 329,90 juta dolar AS.

Sementara itu, pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi mencapai 3,94 miliar dolar AS. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi mendominasi sebesar 2,88 miliar dolar AS dibandingkan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi yang sebesar 1,06 miliar dolar AS. Dengan demikian, Indonesia berhasil mencatatkan surplus nonmigas sebesar 1,82 miliar dolar AS terhadap Arab Saudi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.