Bulog Timika Pastikan Stok Beras di Kabupaten Mimika Aman hingga Lima Bulan ke Depan

Jumat, 19 Jun 2026, 02:50 WIB

TIMIKA - Perum Bulog Kantor Cabang Timika memastikan ketersediaan pasokan beras di gudang mereka aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, hingga lima bulan ke depan, Kamis (18/6). 

Kepala Perum Bulog Cabang Timika Dedy Wahyudi di Timika, Kamis mengatakan saat ini Bulog Mimika masih memiliki 1.000 ton beras di gudang Bulog Mimika.

Ket. Foto: Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Timika Dedy Wahyudi. — Sumber: ANTARA/Marselinus Nara

"Saat ini kami menguasai kurang lebih 1.000 ton di gudang kami. Sedangkan dalam proses pemuatan di pelabuhan ada 1.000 ton serta dalam perjalanan dari Sulawesi dan Jawa Timur sebanyak 1.000 ton. Dengan jumlah yang ada ini, stok beras ini bisa bertahan lima sampai enam bulan ke depan ," ujarnya.

Bulog Mimika juga masih memiliki stok beras premium sebanyak 38 ton dan minyak goreng premium untuk memenuhi warga sebanyak 20 ribu liter.

Selain menyediakan beras untuk warga Mimika, Perum Bulog Timika juga memasok pengisihan stok ke Kabupaten Wamena Provinsi Papua Pegunungan.

Dedy mengatakan selain memastikan ketersediaan stok beras aman warga Mimika, Perum Bulog Mimika juga melaksanakan penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Ia mengatakan dengan adanya penugasan ini masyarakat sudah mempunyai pilihan terutama untuk pemilihan beras. Harga beras program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) di Mimika dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.500 per kilogram, atau per kemasan lima kilogram dijual dengan harga RP67.500.

Ia mengatakan di tahun ini Bapanas memberikan target penyaluran beras SPHP untuk Perum Bulog Timika sebanyak 2.400 ton untuk disalurkan di wilayah Mimika. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2025 dimana diberikan target sebanyak 2.800 ton.

" Tahun 2025 itu penyaluran kami mencapai 1.153 ton karena sesuai dengan permintaan oleh mitra. Tahun 2025 itu kami juga sudah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan juga menambah mitra namun permintaannya sesuai dengan permintaan mitra," kata Dedy.

Selain melakukan penyaluran, Perum Bulog Mimika juga melakukan pengawasan terhadap kurang lebih 50 mitra yang melaksanakan penjualan beras SPHP kepada masyarakat. Sampai saat ini Bulog Timika belum menerima laporan terkait praktik penjualan beras SPHP yang tidak sesuai dengan HET yang dilakukan oleh mitra.

"Belum ada laporan dan kami pun tiap minggu melakukan pemantauan di pedagang dan ke masyarakat bahwa tersedia beras SPHP dan seluruh mitra kami ditempelkan spanduk. Masyarakat harus lebih jeli melihat harganya sesuai dengan tertera di spanduk,"ujarnya.

Dedy menyebutkan bahwa penjualan beras program SPHP yang dilakukan mitra di Mimika mencapai 200-300 ton per bulan.

Ia mengimbau masyarakat yang menemukan ada mitra Bulog Timika yang menjual di atas harga HET segera melaporkan untuk ditindaklanjuti.

'Kami akan memberikan sanksi. Kami dengan mitra sudah menandatangani komitmen bersama di atas meterai bahwa mereka (mitra) kami akan menjual sesuai HET. Kalau dilanggar konsekuensi nya ditanggung sendiri," ujarnya.

  • papua tengah
  • kabupaten mimika
  • beras sphp
  • bulog timika
  • stok beras mimika
  • het beras

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.