Inflasi Daerah Bekasi Dipastikan Tetap Terjaga Walau Sejumlah Harga Pokok Naik
Kamis, 18 Jun 2026, 09:00 WIBKABUPATEN BEKASIÂ - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memastikan laju inflasi daerah masih dalam kategori aman dan terkendali meskipun sejumlah komoditas pokok mengalami kenaikan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti.
Ia mengatakan hasil pemantauan harga dan daya beli masyarakat menunjukkan kondisi ekonomi daerah tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global. Termasuk penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat serta dinamika geopolitik internasional.
"Hasil pendataan menunjukkan daya beli masyarakat masih berada pada zona aman. Meskipun terdapat beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga," kata dia, Rabu (17/6).
Menurut dia, berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan lalu, Kabupaten Bekasi mencatat angka 1,56 dan menempati peringkat kedelapan di Provinsi Jawa Barat. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas 1,58 yang menjadi indikator inflasi daerah dalam kondisi terkendali.
"Capaian tersebut menunjukkan fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar masih belum memberikan dampak signifikan. Yaitu terhadap kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata dia.
Namun demikian, hasil pemantauan di sejumlah pasar rakyat menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis. Di antaranya, daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah.
"Di sejumlah pasar tradisional harga beberapa komoditas bahkan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Salah satunya di Pasar Cikarang, Pasar Cibarusah, dan Pasar Serang," kata dia.
Helmi menjelaskan kenaikan harga tersebut dipengaruhi dua faktor utama yakni gangguan rantai pasok pada komoditas hortikultura serta meningkatnya biaya operasional sektor peternakan dan distribusi.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penguatan pasokan dari daerah lain. Salah satunya dengan mendatangkan komoditas cabai dari wilayah Sumatera guna mengatasi gangguan distribusi akibat menurunnya pasokan dari Jawa Barat.
"Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala serta berkoordinasi dengan berbagai pihak. Hal ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga inflasi daerah tetap terkendali," pungkas dia. ils/I-1
- Inflasi
- Kabupaten Bekasi
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Bukan Uang, ASN Banjarmasin Kini Wajib Nabung Sampah 5 Kg per Bulan.
-
Pelaku Pungli Wisatawan di Danau Toba yang Viral Sudah Ditangkap
-
Gagal Pertahankan WTP, DPRD Bekasi Bongkar Penyebab Opini Disclaimer dari BPK
-
Selama Libur Panjang, KAI Divre III Palembang Catat 6.980 Penumpang Anak Nikmati Perjalanan dan Edukasi Kereta Api
-
Kementerian Kebudayaan Perkuat Pelestarian Tradisi Marapu di NTT
-
Ibu Hamil Akan Jalan-jalan? Boleh Saja, Tapi Perhatikan Saran Dokter Berikut
-
Literasi Warga Konawe Kepulauan Ditingkatkan Terkait Soal Keuangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.