Hanya 27,8 Persen Masyarakat Sikat Gigi Sebelum Tidur Sebabkan Risiko Biaya Perawatan Gigi Meningkat
Kamis, 18 Jun 2026, 17:20 WIBJAKARTA â Di tengah meningkatnya tren perawatan diri di kalangan masyarakat urban, kebiasaan sederhana yang berpengaruh besar terhadap kesehatan justru masih sering diabaikan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan hanya 27,8 persen masyarakat Indonesia yang rutin menyikat gigi sebelum tidur, sementara sisanya berpotensi menghadapi berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut yang dapat berujung pada biaya perawatan yang lebih besar.
Menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), kebiasaan melewatkan sikat gigi pada malam hari dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri di rongga mulut. Saat seseorang tidur, produksi air liur menurun sehingga kemampuan alami mulut untuk membersihkan sisa makanan dan menekan pertumbuhan bakteri juga berkurang.
Kondisi tersebut menurut PDGI memungkinkan terbentuknya plak, pengikisan lapisan enamel gigi, hingga memicu gigi berlubang apabila sisa makanan atau minuman manis masih tertinggal di rongga mulut.
Masalah kesehatan gigi juga memiliki dampak ekonomi yang tidak kecil. Laporan Global Oral Health Status Report 2022 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa pengobatan dan perawatan kesehatan gigi menempati peringkat ketiga biaya kesehatan terbesar di dunia, dengan nilai mencapai sekitar 100,87 miliar dollar AS per tahun.
Tingginya biaya  terkait perawatan gigi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko masalah kesehatan gigi sekaligus menekan pengeluaran untuk perawatan kuratif.
Melihat kondisi tersebut, perusahaan perawatan mulut usmile Indonesia meluncurkan produk pasta gigi terbaru, Usmile Strength White, yang diklaim dirancang untuk membantu membersihkan sekaligus mencerahkan gigi melalui pendekatan perawatan preventif.
Produk ini mengandung kombinasi Domiphen Bromide sebagai agen antiseptik dan sodium carbonate. Kedua bahan disebut diklaim mampu membantu menjaga keseimbangan pH rongga mulut dalam jangka waktu tertentu.
Selain itu, formula yang diusung juga memadukan Baking Soda dan Calcium Carbonate untuk membantu mengangkat noda pada permukaan gigi akibat konsumsi kopi, teh, maupun rokok. Lapisan pelindung tambahan melalui kandungan Tetrasodium Pyrophosphate diklaim membantu mengurangi risiko noda kembali menempel pada enamel gigi setelah proses pembersihan.
Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Michelle, mengatakan peluncuran produk tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong perawatan kesehatan gigi berbasis pencegahan.
âKehadiran produk terbaru ini merupakan wujud nyata dari nilai Prevention over Treatment. Kami melihat semakin banyak konsumen yang mulai menyadari pentingnya perawatan preventif untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut,â ujarnya melalui siaran pers pada hari Kamis (18/6).
Menurut Michelle, tren tersebut turut tercermin pada pertumbuhan penjualan perusahaan sepanjang tahun ini. Usmile mencatat peningkatan penjualan yang signifikan selama Ramadan 2026 dan terus menunjukkan pertumbuhan pada periode berikutnya.
Di sisi lain, perusahaan juga menyoroti kondisi ekonomi yang mendorong masyarakat semakin selektif dalam mengelola pengeluaran. Pelemahan daya beli dan menyusutnya jumlah kelas menengah membuat konsumen cenderung lebih mempertimbangkan manfaat jangka panjang dari produk yang mereka gunakan.
Michelle menilai fenomena tersebut sejalan dengan konsep âLipstick Effectâ, yakni kecenderungan konsumen tetap berinvestasi pada produk perawatan diri yang dianggap mampu meningkatkan kualitas hidup meskipun kondisi ekonomi sedang menantang.
âHal ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen yang semakin memandang senyum sehat sebagai bagian penting dari penampilan dan perawatan diri,â katanya.
Selain memperkenalkan produk baru, Usmile juga membuka peluang kemitraan melalui program affiliate marketing. Langkah ini dilakukan untuk memperluas ekosistem pemasaran digital sekaligus memberikan peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat usia produktif.
Berdasarkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), jumlah kreator afiliasi aktif di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari tiga juta orang. Perusahaan menilai sektor tersebut masih memiliki potensi besar untuk berkembang di tengah pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Melalui kombinasi inovasi produk kesehatan preventif dan pengembangan ekosistem ekonomi digital, Usmile berharap dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya mendukung kesehatan gigi dan mulut masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi komunitas yang terlibat dalam jaringan bisnisnya.
- WHO
- Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
- Gigi berlubang
- Kesehatan Mulut
- pasta gigi
- Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)
- kesehatan preventif
- Usmile
- enamel gigi
- Perawatan Gigi
- kesehatan gigi
- plak gigi
- sikat gigi sebelum tidur
- oral care
- usmile Strength White
- gigi putih
- biaya perawatan gigi
- kebersihan mulut
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.