Menaker Ungkap Program Pemagangan Nasional Tingkatkan Kompetensi “Fresh Graduated”
Kamis, 18 Jun 2026, 18:20 WIBJAKARTA â Menaker Yassierli menyatakan Program Pemagangan Nasional memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi terhadap peserta program yang telah mengikuti pemagangan selama enam bulan.
Menurut Yassierli, Kemnaker telah menuntaskan pelaksanaan Batch ke-3 Program Pemagangan Nasional Angkatan-I yang dimulai sejak Oktober tahun lalu. Setelah menyelesaikan program magang, para peserta kini diberikan kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi.
"Sesudah magang ini, kami membuka kesempatan kepada para peserta magang untuk melakukan sertifikasi kompetensi. Kami sudah pilihkan sekitar 20 kompetensi yang bisa mereka pilih untuk diuji di balai-balai Kementerian Ketenagakerjaan," kata Yassierli dalam acara pelepasan peserta Batch ke-3 Program Pemagangan Nasional di kantornya, Rabu (18/6).
Ia menjelaskan, sertifikasi tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta selain memperoleh sertifikat magang dan portofolio pengalaman kerja. Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi di dunia kerja.
Yassierli mengungkapkan evaluasi terhadap sekitar 15 ribu peserta Batch 1 menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan survei Kemnaker, terjadi peningkatan kompetensi peserta baik dari sisi keterampilan teknis maupun kemampuan nonteknis (soft skill).
"Dari survei kita terjadi peningkatan kompetensi. Awalnya nilainya sekitar dua, kemudian meningkat menjadi empat sekian dalam skala lima. Hasil ini juga tervalidasi dari evaluasi para mentor di tempat magang," ujar dia.
Meski demikian, Kemnaker mencatat sejumlah tantangan yang akan menjadi fokus perbaikan pada pelaksanaan program berikutnya. Salah satunya terkait pemerataan sebaran peserta magang yang masih didominasi wilayah Pulau Jawa, khususnya Jakarta.
Menurut Yassierli, ke depan Kemnaker akan mendorong distribusi peserta yang lebih merata di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga akan memperluas kesempatan bagi lulusan dari berbagai latar belakang program studi, termasuk penyandang disabilitas.
"Kami ingin memberikan layanan yang sifatnya equal access untuk semua. Karena itu, kami juga sudah mulai menyediakan kuota khusus bagi peserta disabilitas meskipun jumlahnya masih terbatas," kata dia.
Menaker turut menyampaikan apresiasi kepada ribuan perusahaan, kementerian, dan lembaga yang telah menjadi mitra program pemagangan. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program yang telah menjangkau sekitar 100 ribu lulusan perguruan tinggi tersebut.
Pada Batch ke-3, Program Pemagangan Nasional diikuti 24.456 peserta. Program tersebut didukung 2.381 perusahaan mitra dan 999 kementerian maupun lembaga yang menyediakan tempat magang.
Kemnaker memastikan akan terus memantau perkembangan para peserta setelah program berakhir melalui mekanisme pelacakan (tracer study). Evaluasi akan dilakukan tiga hingga enam bulan setelah peserta menyelesaikan masa pemagangan untuk mengukur tingkat penyerapan mereka di dunia kerja. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan dan Hujan Ringan Siang hingga Malam
-
Bundaran Satam Bakal Bebas Kabel Udara, Rahasia Kota Modern Belitung Terbongkar
-
Spanyol Uji Ketajaman Lawan Serbia
-
Dukung Program Magang Nasional Perusahaan Akan Dapat Ini dari Pemerintah
-
AS tuduh Russia dan Tiongkok Lindungi Iran di DK PBB
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.