Ruben Amorim Memulai Era Baru AC Milan, Misi Mengembalikan Rossoneri ke Liga Champions

Rabu, 17 Jun 2026, 07:45 WIB

MILAN — Era baru resmi dimulai di AC Milan. Klub raksasa Italia itu menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih baru dengan tugas berat: mengembalikan kejayaan Rossoneri dan membawa mereka kembali ke panggung Liga Champions.

Amorim datang ketika Milan sedang berada dalam periode penuh tekanan. Klub tujuh kali juara Eropa tersebut gagal mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa setelah mengakhiri musim Serie A di luar empat besar.

Ket. Foto: Ruben Amorim. — Sumber: AFP

Penunjukan pelatih asal Portugal itu menjadi bagian dari proyek baru Milan untuk membangun kembali fondasi tim, baik secara taktik maupun mental.

Menurut laporan media Italia, Amorim mendapatkan kontrak dua tahun dengan gaji bersih sekitar 3,5 juta euro per musim atau sekitar 65 miliar rupiah per tahun.

Angka tersebut mencerminkan kepercayaan Milan terhadap pelatih berusia 41 tahun itu, meski ia datang setelah periode sulit bersama Manchester United.

"Ada ambisi yang selalu mengikuti perjalanan karier Anda, dan melatih AC Milan selalu menjadi salah satunya," kata Amorim. "Saya memahami apa arti klub ini: sejarah, prestise, dan basis suporter luar biasa di seluruh dunia."

Amorim kembali ke dunia kepelatihan setelah dipecat Manchester United enam bulan lalu.

Kepergiannya dari Old Trafford terjadi meski kontraknya masih tersisa 18 bulan. Manchester United harus membayar kompensasi sekitar 16,7 juta poundsterling atau sekitar Rp390 miliar.

Sebelum pindah ke Inggris, Amorim dikenal sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa saat menangani Sporting CP.

Ia sukses membangun Sporting menjadi kekuatan utama Portugal dengan sepak bola agresif, pressing tinggi, dan sistem tiga bek yang menjadi ciri khasnya.

Namun, tantangan di Manchester United jauh lebih berat. Amorim kesulitan menemukan formula terbaik dan gagal memberikan perubahan signifikan sebelum akhirnya meninggalkan klub.

Kini, Milan menjadi panggung pembuktian berikutnya.

Tugas Amorim tidak ringan. Musim lalu, Milan kehilangan peluang tampil di Liga Champions setelah mengalami kekalahan mengejutkan 1-2 dari Cagliari pada laga terakhir.

Hasil tersebut membuat mereka finis di posisi kelima, kalah bersaing dari Roma dan kejutan besar Como yang justru berhasil merebut tiket kompetisi elite Eropa.

Kegagalan itu memicu kemarahan suporter. Kritik keras diarahkan kepada pemilik klub, RedBird Capital Partners.

Tekanan tersebut akhirnya menyebabkan perubahan besar di struktur klub.

Pelatih Massimiliano Allegri diberhentikan, sementara CEO Giorgio Furlani dan jajaran direktur olahraga Igli Tare serta Geoffrey Moncada juga kehilangan posisi.

Allegri kemudian dikaitkan dengan kepindahan ke Napoli setelah kepergian Antonio Conte.

Tantangan Amorim: Mengembalikan Identitas Rossoneri

Milan bukan sekadar klub sepak bola. Ekspektasi di San Siro selalu berkaitan dengan sejarah besar.

Dengan tujuh gelar Liga Champions, Rossoneri pernah menjadi simbol dominasi Eropa. Namun, konsistensi mereka menurun dalam beberapa musim terakhir.

Amorim diharapkan mampu mengembalikan karakter tersebut melalui pendekatan modern:

organisasi permainan yang lebih rapi, pressing agresif, transisi cepat, serta keberanian memberi ruang bagi pemain muda.

Sistem tiga bek yang sering ia gunakan bisa menjadi perubahan besar bagi Milan, yang selama ini lebih sering mengandalkan formasi empat bek.

Namun, Serie A bukan tempat yang mudah untuk membangun ulang tim.

Persaingan semakin ketat dengan munculnya kekuatan baru seperti Como, kebangkitan Roma, serta ambisi klub-klub papan atas lainnya.

Target minimum Amorim adalah membawa Milan kembali finis empat besar. Tetapi bagi klub sebesar Milan, sekadar lolos Liga Champions mungkin belum cukup.

Mereka ingin kembali bersaing untuk gelar.

Musim depan akan menjadi ujian apakah Ruben Amorim mampu mengubah tekanan menjadi kebangkitan dan mengembalikan Rossoneri ke tempat yang selama ini mereka anggap sebagai rumah: panggung terbesar Eropa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.