Mbappe Mengamuk, Prancis Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Dramatis atas Senegal

Rabu, 17 Jun 2026, 07:26 WIB

EAST RUTHERFORD, AMERIKA SERIKAT — Kylian Mbappe kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi pusat perhatian sepak bola dunia. Dua gol kapten itu membawa Prancis mengawali perjalanan Piala Dunia dengan kemenangan 3-1 atas Senegal dalam laga Grup I, Rabu (17/6) dini hari WIB.

Kemenangan ini menjadi langkah awal bagi Les Bleus dalam misi mengejar gelar Piala Dunia ketiga sepanjang sejarah. Meski sempat kesulitan pada babak pertama, Prancis bangkit setelah jeda dan memperlihatkan kualitas sebagai salah satu kandidat juara.

Ket. Foto: Kylian Mbappe. — Sumber: AFP

Mbappe menjadi bintang utama dalam laga tersebut. Penyerang Real Madrid itu mencetak dua gol dan membawa koleksi golnya di Piala Dunia menjadi 14, hanya terpaut dua gol dari rekor sepanjang masa milik Miroslav Klose.

Gol pertama Mbappe lahir pada menit ke-66. Ia bergerak cepat di kotak penalti dan menyelesaikan umpan brilian Michael Olise untuk memecah kebuntuan setelah Prancis kesulitan menemukan celah di pertahanan Senegal.

Prancis kemudian menggandakan keunggulan melalui pemain pengganti Bradley Barcola pada menit-menit akhir pertandingan.

Senegal sempat memberi tekanan setelah Ibrahim Mbaye memperkecil skor pada masa tambahan waktu, tetapi Mbappe memastikan kemenangan dengan gol spektakuler dari jarak jauh pada menit ke-96.

Gol tersebut sekaligus membuat Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Prancis dengan 58 gol.

"Saya bermain untuk membuat sejarah bagi negara saya dan memastikan tim ini mencapai final serta memenangkan Piala Dunia," kata Mbappe.

"Ini baru pertandingan pertama fase grup. Kami tidak boleh terbawa suasana atau terlalu cepat mengkritik. Kami harus tetap tenang dan fokus."

Salah satu keputusan taktik penting pelatih Didier Deschamps adalah memindahkan Michael Olise dari posisi sayap kanan ke area tengah.

Perubahan itu mengubah alur pertandingan. Prancis yang terlihat buntu pada babak pertama mulai lebih agresif setelah Olise mendapatkan kebebasan bergerak di antara lini tengah dan pertahanan Senegal.

Olise bahkan sempat menciptakan peluang sebelum akhirnya memberikan assist untuk gol pertama Mbappe.

Deschamps mengakui timnya sempat berada dalam tekanan. "Ini melegakan. Kami sedikit gugup dan tegang di awal, tetapi kami menghadapi tim yang bagus," ujar Deschamps.

Pelatih Prancis juga mengingatkan bahwa Senegal bukan lawan sembarangan.

Kenangan Piala Dunia 2002 menjadi peringatan. Saat itu, Prancis berstatus juara bertahan dan favorit utama, tetapi kalah 0-1 dari Senegal pada laga pembuka dan akhirnya tersingkir di fase grup.

Turnamen ini kembali menjadi panggung istimewa bagi Mbappe. Pada Piala Dunia 2018, ia mencetak gol di final ketika Prancis menjadi juara. Empat tahun kemudian di Qatar, ia mencetak hattrick di final melawan Argentina meski Prancis akhirnya kalah melalui adu penalti.

Tambahan dua gol melawan Senegal membuat Mbappe melewati catatan legenda seperti Pele yang mengoleksi 12 gol Piala Dunia, serta melewati torehan Lionel Messi dan Just Fontaine yang masing-masing mencetak 13 gol.

Kini ia sejajar dengan Gerd Muller, hanya berada di belakang Klose dan Ronaldo Nazario dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Senegal sebenarnya tampil lebih baik pada 45 menit pertama. Tim asuhan Pape Thiaw hampir membuka keunggulan ketika Nicolas Jackson lolos dalam serangan balik pada menit ke-25. Namun, tendangannya membentur tiang sebelum bola memantul dari kiper Prancis dan keluar.

Peluang emas lain datang dari Ismaila Sarr yang gagal memaksimalkan kesempatan pada akhir babak pertama.

Kesempatan yang terbuang tersebut akhirnya menjadi penyesalan Senegal setelah Prancis tampil jauh lebih dominan di babak kedua.

Penjaga gawang Senegal, Edouard Mendy, sempat menggagalkan peluang Olise dan Mbappe, tetapi tekanan Prancis akhirnya tidak terbendung.

Dengan kemenangan ini, Prancis langsung menempatkan diri sebagai salah satu kekuatan utama Grup I. Setelah Senegal, mereka akan menghadapi Irak sebelum bertemu Norwegia yang diperkuat Erling Haaland.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.