Kementerian PU Kebut Preservasi Jalur Pantura, Konektivitas Jadi Prioritas

Rabu, 17 Jun 2026, 18:50 WIB

JAKARTA – Preservasi jalan merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas infrastruktur transportasi agar tetap berfungsi optimal dan memiliki umur layanan yang lebih panjang.

Melalui pemeliharaan rutin dan perbaikan berkala, pemerintah dapat menekan biaya rehabilitasi besar di masa depan sekaligus meningkatkan kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Ket. Foto: Kegiatan preservasi Jalan Pantura Ruas Kudus-Pati-Rembang. — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian PU

Dari sisi ekonomi, preservasi jalan yang efektif berkontribusi terhadap efisiensi logistik, peningkatan konektivitas wilayah, serta penguatan aktivitas ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat preservasi Jalan Pantura ruas Kudus-Pati-Rembang dalam rangka meningkatkan konektivitas dan kelancaran logistik.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan pemerintah berkomitmen menjaga kualitas jalan nasional agar tetap mantap, aman, dan nyaman digunakan masyarakat, terutama pada jalur strategis dengan intensitas lalu lintas tinggi seperti Pantura Jawa.

"Jalur Pantura merupakan urat nadi konektivitas dan distribusi logistik nasional. Karena itu, kualitas jalan nasional harus tetap terjaga agar aman dilalui masyarakat maupun kendaraan logistik. Kementerian PU terus melakukan preservasi secara berkelanjutan agar kondisi jalan tetap andal dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6).

Kementerian PU terus memperkuat kualitas jalan nasional di koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Salah satu penanganan yang saat ini dipercepat adalah pekerjaan preservasi ruas Kudus-Pati-Rembang, khususnya pada Jalan Lingkar Juwana-Pati di Provinsi Jawa Tengah.

Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta saat ini memfokuskan penanganan pada ruas Jalan Lingkar Juwana-Pati sepanjang 990 meter dengan lebar 10,5 meter. Penanganan dilakukan melalui rekonstruksi perkerasan rigid atau beton pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup berat akibat tingginya beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Pekerjaan dimulai dengan pembongkaran perkerasan lama yang rusak, dilanjutkan perbaikan tanah dasar dan pengecoran beton baru untuk meningkatkan kekuatan struktur jalan serta pengaspalan di Jembatan Lama Juwana dan pekerjaan transisi antara beton lama dan beton baru.

Hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai 85 persen, dengan pekerjaan beton rigid sudah selesai, tersisa pekerjaan aspal di atas Jembatan Jeratun dan Jembatan Juwana lama yang ditargetkan selesai di pertengahan Juni 2026.

Untuk menjaga mutu pekerjaan, pelaksanaan konstruksi dilakukan dengan target pengecoran harian sebesar 200 m3 dengan total volume mencapai 2.400 m3 serta pengendalian kualitas secara konsisten di lapangan. Langkah ini penting mengingat ruas Lingkar Juwana-Pati merupakan bagian dari koridor strategis Pantura dengan volume kendaraan tinggi dan dominasi angkutan barang bertonase besar.

Selama pekerjaan berlangsung, BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta juga menerapkan rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Kendaraan kecil seperti minibus dan sepeda motor tetap dapat melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Sementara itu, kendaraan besar dari arah Rembang menuju Pati dilakukan pengaturan khusus, terutama di sekitar Jembatan Jeratun yang mengalami penyempitan karena lebar jembatan hanya 7,5 meter. Adapun arus kendaraan dari arah Pati menuju Rembang tetap difasilitasi sesuai pengaturan petugas di lapangan.

Penanganan ruas Lingkar Juwana-Pati merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Kudus-Pati-Rembang Tahun Anggaran 2025-2027 yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp202,9 miliar dengan total penanganan efektif sepanjang 14,66 kilometer.

Masa pelaksanaan berlangsung selama 540 hari kalender sejak 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027, dilanjutkan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender hingga 2 Juni 2028.

Melalui kegiatan preservasi ini, Kementerian PU berharap kemantapan jalan nasional di koridor Pantura semakin meningkat sehingga konektivitas wilayah, kelancaran distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus terjaga.

Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung demi keselamatan bersama.

  • Kementerian PU
  • jalan Pantura

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.