Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

Rabu, 17 Jun 2026, 08:41 WIB

JAKARTA – Polisi terus menekan angka kriminalitas dengan meringkus para panjahat. Baru-baru ini, polisi meringkus seorang pria berinisial YM (43) yang memalak pekerja di depan kantor Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, setelah aksinya viral di media sosial.

​Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, mengatakan pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah menerima informasi mengenai video viral tersebut.

Ket. Foto: penjahat diringkus — Sumber: ist

​"Setelah menerima informasi terkait video viral, kami langsung memerintahkan jajaran Polsek Senen untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan. Hasilnya, seorang pria yang diduga terlibat berhasil diamankan untuk dimintai keterangan," kata Reynold.

​Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (14/6) malam sekitar pukul 22.29 WIB. Kejadian bermula saat sebuah mobil bak terbuka berwarna hitam terparkir di depan Pegadaian Jalan Kramat Raya untuk melakukan kegiatan bongkar pasang spanduk (banner).

​Terduga pelaku, YM, yang berada di sekitar lokasi kemudian menegur pekerja dan meminta mereka memindahkan kendaraan tersebut karena dianggap menghalangi area tempatnya bekerja. Namun, interaksi tersebut berujung pada dugaan aksi pemalakan yang kemudian direkam dan beredar luas di jagat maya.

​Menindaklanjuti laporan masyarakat di media sosial, Unit Reskrim Polsek Senen melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan YM di kediamannya di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

​Sementara itu, Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak penyidik masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, YM juga diketahui mengonsumsi narkotika.

​"Anggota Reskrim Polsek Senen sudah mengamankan yang bersangkutan. Kami lakukan pemeriksaan awal, termasuk pengecekan urine dan hasilnya positif mengandung methamphetamine (sabu)," ujar Widodo.

​Hingga saat ini, polisi telah melakukan sejumlah tindakan kepolisian, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan dari para saksi di lokasi, hingga mengumpulkan dokumen serta bukti video terkait kejadian tersebut.

​Mengantisipasi kejadian serupa, Kombes Pol Reynold mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan segala bentuk aksi premanisme atau gangguan kamtibmas di wilayah hukum Jakarta Pusat.

​"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jika melihat adanya tindakan yang mengarah pada tindak pidana, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti," kata Reynold.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.