Program Sekolah Maung Dinilai Perlu Didukung Data Siswa Kurang Mampu yang Akurat

Selasa, 16 Jun 2026, 14:00 WIB

Kuningan - Anggota DPRD Jawa Barat Tina Wiryawati menilai validasi dan sinkronisasi data siswa dari keluarga kurang mampu menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Sekolah Maung, termasuk di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Tina di Kuningan, Selasa (16/6), mengatakan program pendidikan yang menyasar masyarakat kurang mampu memerlukan basis data yang akurat agar manfaatnya dapat diterima oleh peserta didik yang berhak.

Ket. Foto: Anggota DPRD Jawa Barat Tina Wiryawati (tengah) saat melakukan reses di Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/6). — Sumber: Antara

Menurut dia, ketepatan data akan membantu pemerintah menjalankan program secara lebih efektif sekaligus memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Ia menyebut perhatian terhadap kualitas data sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan layanan pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar.

"Sinkronisasi data sangat penting untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada revitalisasi sekolah dan jaminan akses pendidikan bagi masyarakat miskin," katanya.

Tina menuturkan persoalan data penerima bantuan masih menjadi pekerjaan yang perlu disempurnakan, terutama dalam proses penentuan kelompok penerima berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah perlu terus memperkuat koordinasi dalam pemutakhiran data calon penerima manfaat.

Selain pembenahan data, ia menilai sosialisasi program harus dilakukan sejak awal agar masyarakat memahami mekanisme dan tujuan kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Menurut dia, penyampaian informasi yang memadai dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan program di lapangan.

Ia menekankan pentingnya pematangan skema dan sosialisasi yang komprehensif agar pelaksanaan program tidak dilakukan secara mendadak sehingga tidak menimbulkan kebingungan maupun kekecewaan di tengah masyarakat.

Tina optimistis Program Sekolah Maung dapat memberikan manfaat lebih luas bagi siswa dari keluarga kurang mampu apabila didukung data yang valid dan pelaksanaan yang terencana.

"Kami berharap berbagai masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan Program Sekolah Maung sehingga tujuan pemerataan akses pendidikan dapat tercapai secara optimal," katanya.

Diketahui, Sekolah Maung (Manusia Unggul) adalah program pendidikan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengubah sekolah menengah (SMA/SMK) menjadi pusat pengembangan siswa berprestasi, baik secara akademik, non-akademik, maupun melalui jalur khusus IQ tinggi.

Saat ini terdapat 41 Sekolah Maung di Jawa Barat yang resmi ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tahun ajaran 2026/2027. 

Jumlah tersebut terbagi ke dalam dua jenjang satuan pendidikan negeri yakni 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri.

Sebaran Sekolah Maung, di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Contohnya di kawasan Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) seperti SMAN 1 Bogor, SMAN 2 Cibinong, SMAN 1 Depok, SMAN 1 Bekasi, dan SMKN 1 Cibinong.

Sedang, kawasan lain seperti SMAN 1 Purwakarta, SMAN 1 Subang, hingga SMAN 1 Parigi di Pangandaran. 

Proses seleksi perdana (SPMB) untuk 41 sekolah ini telah selesai dilaksanakan dan hasilnya diumumkan pada 8 Juni 2026 dengan total daya tampung mencapai 18.268 kuota siswa.  

  • Sekolah Maung

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Hari Ini, Mantan Menag Yaqut Cholil Bacakan Nota Perlawanan atas Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Semangat Kemerdekaan, Warga Ikuti Perlombaan di Pesta Rakyat SariWangi

Data Terbaru: Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Venezuela Bertambah Menjadi 6.438 Orang.

Cincinnati Open 2026: Swiatek dan Rybakina Melaju ke Babak 16 Besar

Dampak Gempa NTT, BPBD: 7.968 Rumah dan 744 Fasum-Infrastruktur Rusak

Sentimen Domestik terhadap Rupiah Relatif Positif Jelang Rapat Dewan Gubernur BI

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, IAS Pastikan Kesiapan Fasilitas dan Layanan Penunjang Operasional

Aturan Bagi Hasil Ojol Harus Dievaluasi, Pendapatan Bersih Pengemudi Jadi Ukuran Keberhasilan, Bukan Presentase

Sidang Perdana Fadjar Donny Tjahjadi, Eks Dirjen Bea Cukai Hadapi Kasus Ekspor CPO.

TASPEN Salurkan 400 Paket Sembako Senilai Rp155 Juta untuk Korban Gempa Flores.

Ndarboy Gank Sukses Goyang Panggung Pesta Rakyat di Bundaran HI dengan Kicau Mania

Kasus Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas Bacakan Nota Perlawanan di Pengadilan.

WFH Tak Berlaku bagi ASN Pelayanan Publik, Pramono: Harus Ada di Lapangan!

Perangi TBC di Kepulauan Ponelo, DPRD Gorontalo Utara Apresiasi Para Kader.

Hilirisasi Ternak Ayam Dinilai Buka Peluang Ekonomi Besar di Gorontalo Utara.

Presale Tiket Avengers: Doomsday Mulai Salip Spider-Man: Brand New Day, Diproyeksikan Tembus US$100 Juta

IHSG Hari Ini Lanjutkan Penguatan di Tengah Pasar Cermati Sentimen Domestik dan Global

Penuh Makna, Pemkot Bekasi Tabur Bunga di Sasak Kapuk untuk Kenang Perjuangan Rakyat.

Harga Emas Antam Naik Rp18.000 Jadi Rp2,695 Juta/Gram pada Selasa (18/8)

Jepang Tuntaskan Tahap Akhir Pembuangan Limbah PLTN Fukushima

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.