Pemkot Yogyakarta Perluas Penggunaan Biopori Jumbo untuk Atasi Sampah Organik
Selasa, 16 Jun 2026, 20:28 WIBYOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan pengolahan sampah organik melalui berbagai metode, salah satunya menggunakan biopori jumbo guna mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pengolahan akhir.
"Program ini difokuskan pada pengelolaan sampah organik rumah tangga, seperti daun, kulit buah, serta sisa sayuran mentah," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Selasa.
Saat ini, biopori jumbo telah dipasang di 45 kelurahan di Kota Yogyakarta atau dengan jumlah tempat yang awalnya 622 lokasi, kini meningkat menjadi 1.022 tempat tersebar di berbagai wilayah.
"Selain membantu mengurangi timbulan sampah, penggunaan biopori jumbo juga menjadi bagian dari solusi berbasis alam atau 'nature-based solutions' dalam menghadapi perubahan iklim," katanya.
Dia menjelaskan pengelolaan sampah organik di Yogyakarta juga telah diintegrasikan dengan sejumlah ruang terbuka hijau publik (RTHP), seperti RTHP Warungboto, Gajahwong Edu Park, Tegalrejo, dan Purwokinanti.
"Sampah organik yang terkumpul diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan kota," katanya.
Sebagai solusi bagi masyarakat yang memiliki sampah berukuran besar dan sulit ditangani secara mandiri, Pemkot Yogyakarta membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Layanan dari tim lapangan tersebut berupa penjemputan berbagai jenis sampah spesifik rumah tangga, seperti kasur bekas, perabot rumah tangga, barang elektronik, dan ranting pohon.
Pada 2026, TRC Mas JOS telah menerima 2.078 permohonan layanan dengan 1.757 permohonan diterima, sedangkan 321 permohonan ditolak karena lokasi di luar Kota Yogyakarta.
"Dari permohonan yang diterima, sebanyak 1.332 pemohon telah melengkapi data, 425 lainnya dalam proses pelengkapan data, dan lebih dari seribu permohonan telah berhasil dieksekusi oleh tim di lapangan," katanya.
- pengelolaan sampah
- pemkot yogyakarta
- biopori jumbo
- sampah organik
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-India Ubah Peta Asia
-
PT Pertamina Bersama DPRD Babel Tinjau Stok Biosolar di SPBU Nibung
-
Pre-Order iPhone 18 Pro Dikabarkan Mundur ke 12 September, Ini Alasannya
-
Peluang Kerja di Surabaya, Antara Pendidikan dan Keterampilan
-
Mercedes-Benz Perbarui C-Class dengan Desain Lebih Sporty
-
Riset ITB Ungkap 26.839 Orang Tewas di Jalan pada 2024, ABS Dinilai Bisa Tekan Kematian
-
Bermodus Ban Kempes, Perampok Gasak Rp1,3 Miliar di Cikampek
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.