MUI Ingatkan Algoritma AI Jangan Sampai Merusak Sistem Sanad Keilmuan Islam

Rabu, 29 Jul 2026, 16:35 WIB

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menekankan sistem sanad ilmu dan hubungan guru-murid yang menjadi fondasi keislaman nusantara tidak boleh sampai tergerus atau dihancurkan oleh algoritma kecerdasan buatan (AI).

“Saat ini kita menghadapi fenomena perang algoritma,” ujar Ketua MUI Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) Masduki Baidlowi di Jakarta, Rabu (29/7).

Ket. Foto: Suasana Workshop “Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era AI” yang digelar Komisi Infokomdigi MUI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Kantor MUI Pusat, Rabu (29/7). — Sumber: Antara

Pesan tersebut disampaikannya saat membuka sekaligus menjadi Keynote Speaker dalam Workshop “Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era AI” yang digelar Komisi Infokomdigi MUI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Kantor MUI Pusat.

​Kiai Masduki menyoroti perkembangan AI yang kini tidak lagi sebatas membuat konten visual atau teks biasa, melainkan telah berevolusi menjadi AI agen yang mampu merencanakan, mendiskusikan, hingga mengeksekusi keputusan secara rinci.

Menurutnya, jika lembaga keagamaan seperti MUI tidak menyiapkan SDM unggul berkapasitas tinggi, peran ulama dan institusi keagamaan akan perlahan tersingkir dari kehidupan anak muda.

“Anak muda hari ini mencari ekspresi keagamaan lewat AI avatar dan algoritma,” kata dia.

Masduki menjelaskan ketika masyarakat bertanya dan algoritma menjawab sesuai selera masing-masing, terjadi fenomena echo chamber atau ruang gema. Mereka hanya akan mengonsumsi informasi yang cocok dan mengesampingkan yang lain tanpa adanya cross-check.

“Ini sangat berbahaya karena sistem sanad kita, tradisi belajar guru dan murid, bisa dihancurkan oleh sistem digital jika kita pasif,” Kiai Masduki.

Menurutnya, karakter generasi muda dalam beragama kini mengalami dekonstelasi, di mana agama kerap dipahami sebagai bentuk ekspresi ego dan kenyamanan pribadi, bukan lagi pencarian hidayah secara berproses bersama guru Rabbani.

“Akibatnya, jawaban-jawaban serba instan dari platform digital berpotensi memutus mata rantai pemahaman agama yang damai (wasathiyah) dan sahih,” kata dia.

​Meski demikian, Kiai Masduki menegaskan bahwa AI sejatinya adalah alat (tool) yang harus ditaklukkan oleh manusia, bukan sebaliknya.

AI harus dimanfaatkan sebagai sarana efisien untuk menyebarkan nilai keselamatan (assalam), mempermudah layanan keagamaan seperti zakat, hingga membantu proses belajar mengaji yang tetap berada di bawah verifikasi (cross-check) para ulama.

​”MUI harus diisi oleh orang-orang berkapasitas tinggi agar dipercaya generasi muda,” ujar dia.

Ia mengingatkan MUI tidak boleh menjadi lembaga medioker yang hanya tahu menyalahkan orang lain. AI adalah alat efektif jika dikuasai, bisa mengarahkan konten-konten digital untuk menyebarkan pesan Islam yang moderat, membawa rasa aman, dan merawat tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama Nusantara.

Sementara itu, Ketua Komisi Infokomdigi MUI, Hari Usmayadi, menyatakan tantangan dakwah di era modern bukan lagi sebatas penyampaian materi secara konvensional, melainkan pertarungan memenangkan perhatian publik di media sosial melalui pemahaman algoritma dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ia pun mengingatkan jangan sampai konten keislaman yang menyejukkan dan sahih justru kalah bersaing dengan konten-konten instan yang merusak peradaban, seperti maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal, propaganda LGBTQ, hingga fenomena figur yang hanya mengandalkan popularitas tetapi berani mengeluarkan pandangan keagamaan tanpa dasar ilmiah.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Evaluasi MBG di Perbatasan Sanggau, Angka Bolos Siswa Turun dan UMKM Lokal Bergerak

Kearifan Lokal Jadi Mesin Cuan, Produk Solok dari Rendang hingga Tikar Pandan Mulai Kuasai Pasar Nasional

IHSG Hari Ini Terkoreksi, Investor Pilih Diam Menanti Sinyal The Fed di Jackson Hole

Pantau dari Langit, Lanud Sjamsudin Noor Dukung Patroli Udara Helikopter Caracal TNI AU Tangani Karhutla Kalsel.

KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Sapa Warga Pondok Cabe Ilir, PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan dan Promo Tambah Daya.

BRIN Kaji Pemanfaatan Singkong untuk Solusi Penanganan Karhutla

BPJS Kesehatan Jakut Maksimalkan Layanan Keliling

KLH Segel Lahan 1.500 Hektare di Kalimantan Barat Terkait Karhutla

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

BPJS Kesehatan Ungkap Peserta JKN Dapat Layanan Tanpa Biaya Tambahan

KJRI New York Gandeng Pola Raya, Siap Dorong Arsitek & Proyek RI Tembus Pasar Global

Raja Norwegia, Harald V, Wafat pada Usia 89 Tahun

Telin Buka Empat Kerja Sama Strategis di BATIC 2026, Perkuat Konektivitas Digital Global

Pelaku Pembuang Air Aki ke Sungai Diidentifikasi dan Akan Ditindak Tegas DLHK Depok

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

Soal Pejabat BI Baru, OJK: Makin Banyak Perempuan di Posisi sStrategis

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.