Trump akan Bertemu Para Pemimpin Timur Tengah di Sela KTT G7 di Prancis

Senin, 15 Jun 2026, 00:52 WIB

Diplomasi Global

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah mitra AS di kawasan Timur Tengah di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis pekan ini.

Ket. Foto: Para jurnalis bekerja di pusat pers internasional G7 sehari sebelum acara dimulai, di Publier, dekat Evian, Prancis, Minggu (14/6) Juni 2026. KTT G7 dijadwalkan berlangsung pada 15 - 17 Juni di Kota Evian-les-Bains. — Sumber: AFP/Ludovic MARINR

Agenda tersebut menegaskan besarnya pengaruh konflik Iran terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global yang juga menjadi perhatian utama negara-negara Eropa.

Seorang pejabat senior pemerintah AS yang memberikan pengarahan kepada media dengan syarat anonim mengatakan Trump akan melakukan pertemuan bilateral dengan para pemimpin Prancis, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, serta India.

Meski India dan negara-negara Timur Tengah tersebut bukan anggota G7, keterlibatan mereka dinilai penting dalam pembahasan isu energi, keamanan kawasan, dan stabilitas ekonomi global.

KTT G7 sendiri akan digelar di Évian-les-Bains pada 15–17 Juni, dihadiri oleh AS, Prancis, Jerman, Inggris, Kanada, Italia, Jepang, serta Uni Eropa.

Forum ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan internasional, khususnya akibat konflik di Iran yang berdampak pada pasokan energi dunia dan stabilitas pasar keuangan.

Pemerintah AS menyebut Washington dan Tehran saat ini tengah mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas yang sebelumnya terdampak konflik.

Kesepakatan tersebut disebut dapat ditandatangani paling cepat pada Minggu, di sela KTT G7.

Seorang pejabat AS menyatakan pemerintahan Trump optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan tersebut, meski implementasinya masih membutuhkan tindak lanjut dari negara-negara G7 dan mitra internasional lainnya.

Menurut dia, keberhasilan kesepakatan akan membuka ruang bagi langkah lanjutan dalam stabilisasi pasar energi global.

Dalam forum G7, Trump diperkirakan akan menyoroti sejumlah isu utama, termasuk pembangunan ekonomi, keamanan internasional, ketahanan rantai pasokan, perkembangan kecerdasan buatan (AI), deregulasi ekonomi, serta peningkatan produksi dan distribusi energi.

Agenda tersebut mencerminkan fokus Washington pada penguatan ekonomi domestik sekaligus stabilitas global.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah konflik di Iran menyebabkan gangguan besar pada jalur perdagangan energi dunia.

Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak, mengganggu pasar keuangan global, serta meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Trump dalam beberapa kesempatan juga mengkritik negara-negara Eropa yang dinilai belum mengambil langkah signifikan untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran tersebut.

Ia bahkan kembali mengangkat kemungkinan peninjauan ulang komitmen AS terhadap NATO, yang selama ini menjadi pilar keamanan transatlantik.

Meski demikian, pejabat AS menegaskan bahwa Washington masih mendukung pembagian beban yang lebih seimbang dengan sekutu Eropa dalam bidang pertahanan.

Mereka juga menekankan pentingnya koordinasi internasional dalam menjaga stabilitas kawasan dan jalur perdagangan global.

Di sisi lain, Trump juga terus mendorong penguatan kebijakan perdagangan berbasis tarif, yang sebelumnya sempat mengalami hambatan hukum di dalam negeri.

Langkah tersebut kembali memunculkan ketegangan dengan sejumlah mitra dagang utama AS, termasuk negara-negara yang telah memiliki perjanjian dagang bilateral.

Agenda Global

Selain isu Timur Tengah, KTT G7 juga akan membahas berbagai agenda global lainnya seperti perdagangan internasional, hubungan dengan Tiongkok, pasokan mineral kritis, perkembangan teknologi kecerdasan buatan, serta perang Rusia–Ukraina yang masih berlangsung.

Sejumlah pejabat AS mengatakan belum mengharapkan adanya terobosan besar dalam pembahasan perdagangan dengan Kanada maupun India selama KTT berlangsung.

Namun demikian, forum ini tetap dianggap penting sebagai ruang dialog untuk menjaga komunikasi antarnegara besar.

Para pemimpin Eropa disebut akan memanfaatkan KTT tersebut untuk mendorong AS agar lebih terlibat dalam upaya perdamaian Rusia–Ukraina.

Inggris, Prancis, dan Jerman diketahui tengah mengupayakan kesepakatan gencatan senjata di garis depan saat ini, disertai jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.