Santri Korban Kebakaran di Lombok Tengah dapat Bantuan Ekonomi

Minggu, 14 Jun 2026, 05:38 WIB

LOMBOK TENGAH - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan kandang dan ayam petelur bagi santri korban kebakaran di Kecamatan Batukliang Utara sebagai upaya membantu ekonomi keluarga.

"Korban hingga kini masih berjuang menghadapi kesulitan ekonomi yang menyebabkan keterbatasan pengobatan pada kedua santri tersebut," kata Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah di Lombok Tengah, Sabtu (12/6).

Ket. Foto: Bantuan untuk santri korban kebakaran di Lombok Tengah. — Sumber: antara foto

Ia mengatakan kesulitan biaya membuat pengobatan dua santri korban kebakaran di Kecamatan Batukliang Utara sempat terhenti, pemerintah daerah bersama PDAM turun langsung menyerahkan bantuan pengobatan sekaligus bantuan usaha ayam petelur guna membantu ekonomi.

“Kami turut merasakan kesedihan dan keprihatinan atas musibah yang dialami anak-anak kita ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Pemerintah daerah tentu hadir untuk memberikan perhatian dan membantu meringankan beban keluarga korban,” katanya.

Menurutnya, selain bantuan kandang dan ayam petelur, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga berkomitmen membantu kelanjutan pengobatan korban yang sempat terhenti karena keterbatasan biaya.

“Insya Allah hari Senin korban akan kami bawa ke Rumah Sakit Provinsi NTB untuk melanjutkan pengobatan," katanya.

Ia mengatakan sebelumnya pengobatan sempat terhenti, karena biaya tidak lagi ditanggung BPJ, sehingga keluarga kesulitan melanjutkan pengobatan. 

"Untuk pembiayaannya akan dibantu melalui PDAM sebagai OPD pembina wilayah Batukliang Utara,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Lombok Tengah Bambang Supratomo mengatakan pihaknya siap mendampingi proses pengobatan korban hingga mendapatkan penanganan yang lebih baik.

“Kami akan melakukan koordinasi bersama pemerintah desa dan puskesmas untuk mendampingi proses pengobatan korban,” katanya.

Selain bantuan pengobatan, pihaknya menyerahkan CSR bantuan sembako serta kandang dan ayam petelur kepada keluarga korban sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi.

“Bantuan ini sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting. Alhamdulillah hari ini bisa kami salurkan kepada dua santri korban musibah kebakaran,” katanya.

Ia mengungkapkan, kondisi ekonomi keluarga korban sangat memprihatinkan. Bahkan, untuk biaya transportasi menuju rumah sakit saja keluarga kerap mengalami kesulitan.

“Tadi saya mendengar langsung cerita dari ibunya. Untuk biaya ojek ke rumah sakit saja mereka kesulitan," katanya.

Sebelumnya, kedua santri tersebut mengalami luka bakar cukup parah, diduga dibakar oleh temannya menggunakan BBM saat berada di asrama pondok pesantren tempatnya sekolah dan kasus ini sedang ditangani oleh Polres Lombok Tengah.
 

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.