Kemenperin Fasilitasi Transformasi Digital Sektor Farmasi

Selasa, 21 Jul 2026, 18:07 WIB

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan Kementerian Perindustrian terus mempercepat transformasi digital sektor manufaktur nasional.

Salah satu langkah diwujudkan melalui fasilitasi PoC solusi Industri 4.0 berbasis kecerdasan buatan pada sektor farmasi.

Ket. Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perindustrian

"Akselerasi transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan. Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing global sektor kimia serta farmasi Indonesia," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7).

Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi. Ia mengatakan, pihaknya terus memperkuat implementasi teknologi digital sektor manufaktur melalui berbagai program kolaboratif.

Doddy menjelaskan, PIDI 4.0 memfasilitasi pelaksanaan Proof of Concept (PoC) sebagai sarana perusahaan menguji kelayakan solusi digital. Pengujian dilakukan dalam kondisi operasional yang sesungguhnya sebelum diimplementasikan dalam skala yang lebih luas.

"PIDI 4.0 memfasilitasi pelaksanaan Proof of Concept (PoC) sebagai sarana bagi perusahaan untuk menguji kelayakan suatu solusi digital. Dalam kondisi operasional yang sesungguhnya sebelum diimplementasikan dalam skala yang lebih luas," kata Doddy.

Selama April-Juni 2026, BPSDMI memfasilitasi pelaksanaan PoC System Invariant Analytics Technology yang dikembangkan PT NEC Indonesia bersama Bogor Technology. Solusi tersebut diterapkan di PT Kalbe Farma Tbk untuk predictive maintenance berbasis AI dan pemantauan peralatan produksi secara real time.

Teknologi SIAT memanfaatkan kecerdasan buatan dan machine learning untuk melakukan analisis prediktif terhadap kondisi mesin produksi. Melalui teknologi tersebut, potensi gangguan peralatan dapat dideteksi lebih dini sehingga perusahaan mampu mengurangi risiko downtime.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Ronggolawe Sahuri, menilai kolaborasi pemerintah, industri, dan penyedia teknologi sangat efektif. Ia mengatakan kolaborasi tersebut menjadikan transformasi digital tidak sekadar konsep, melainkan implementasi yang memberikan manfaat nyata bagi industri.

"Melalui kolaborasi ini, transformasi digital tidak lagi sebatas konsep. Transformasi digital diwujudkan melalui implementasi yang memberikan manfaat nyata bagi industri," ucap Ronggolawe.

Hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan PoC berhasil diselesaikan dengan baik dan meraih tingkat kepuasan 8 dari 10. Dari tiga target utama yang ditetapkan pada awal pelaksanaan, dua target berhasil dicapai secara penuh.

Presiden Direktur PT NEC Indonesia, Akifumi Katano, mengatakan keberhasilan PoC tersebut menjadi tonggak penting dalam mempercepat inovasi digital di sektor industri. "Keberhasilan dari PoC ini menunjukkan tonggak penting dalam upaya mempercepat inovasi digital pada sektor industri di Indonesia," ujar Akifumi.

Disisi lain, Engineering Group Head PT Kalbe Farma Tbk, Ronald Effendi, mengatakan sistem SIAT sangat komprehensif mengintegrasikan pengolahan data. Ia mengatakan teknologi tersebut membuka potensi baru bagi perusahaan dan meningkatkan daya saing perusahaan untuk menghadapi tantangan di industri farmasi.

"Sistem SIAT ini sangat komprehensif dalam mengintegrasikan dan mengolah data. Hal ini membuka potensi baru bagi kami dan meningkatkan daya saing perusahaan untuk menghadapi tantangan di industri farmasi," kata Ronald. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.