Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dana IndonesiaRaya, Program Dana Abadi Sektor Kebudayaan Penopang Ekonomi Nasional

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 17:05 WIB | Oleh:
Dana IndonesiaRaya, Program Dana Abadi Sektor Kebudayaan Penopang Ekonomi Nasional Doc: ANTARA/Irfan Sumanjaya
Ket. Seniman tari reog memanggul anak saat Pawai 100 Reog di Desa Pasirian, Lumajang, Jawa Timur. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana memberikan bantuan kepada para pelaku budaya dengan pembiayaan sekitar Rp465 miliar dari hasil pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan yang menargetkan lebih dari 1.000 penerima.

JAKARTA - Sektor seni, budaya dan kreatif atau cultural and creative industry (CCI) diyakini mampu menjadi penopang ekonomi nasional.

Indonesia diketahui memiliki keragaman budaya dari sisi kuantitas serta kedalaman sejarah. Saat ini terdapat setidaknya 2.727 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dengan potensi puluhan ribu lainnya yang terus dalam proses registrasi dan verifikasi.

Berdasarkan asumsi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan secara resmi meluncurkan dana abadi untuk sektor kebudayaan, yakni Dana IndonesiaRaya yang sebelumnya dikenal sebagai Dana Indonesiana.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa perubahan nama ini berdasarkan nomenklatur mengenai kebudayaan yang sebelumnya berdiri dengan kementerian lain, namun kini telah didukung adanya Kementerian Kebudayaan yang fokus dalam memajukan budaya Indonesia.

Selain itu, perubahan nama ini juga menjadi cerminan penguatan tata kelola, cakupan program yang diperluas serta peningkatan kualitas layanan yang dijanjikan akan lebih baik dari sebelumnya.

“Program ini sebelumnya dikenal sebagai Dana Indonesiana, dan kini kita ubah menjadi Dana IndonesiaRaya seiring dengan perubahan nomenklatur kementerian,” ujar Menteri Kebudayaan.

Besaran hingga laporan pemanfaatan

Adapun dana yang akan dikucurkan untuk tahun ini sebesar Rp500 miliar dari total anggaran sebesar Rp6 triliun atau meningkat sebesar Rp1 triliun dibandingkan dengan tahun 2025.

Dana ini menurut Fadli mampu mendanai para pelaku budaya yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan setelah melalui seleksi dan penilaian oleh para juri.

Program yang merupakan kelanjutan dari Dana Indonesiana ini tetap dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), berdasarkan arahan Dewan Penyantun dengan memperhatikan prinsip tata kelola yang baik dan akuntabel.

Kementerian Kebudayaan juga mencatat pada tahun 2024 terdapat sekitar 346 penerima manfaat. Sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 2.117 penerima dari sekitar 7.000 proposal yang masuk dengan total pendanaan sebesar Rp141,78 miliar atau meningkat sebesar 511,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, hingga 31 Maret 2026, program ini telah menjangkau 3.036 penerima dengan total penyaluran mencapai Rp594 miliar.

Pada tahun ini, program akan fokus pada empat aspek utama yakni mendukung berbagai program kebudayaan, peningkatan layanan melalui pengembangan sistem teknologi informasi yang memungkinkan proses pendaftaran hingga pelaporan dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel.

Juga perluasan cakupan program menjadi empat skema utama dengan total 12 kategori kegiatan, termasuk penguatan ekosistem budaya dan dukungan terhadap Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah diakui UNESCO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.