IKN Dirancang Jadi Lab Layanan Publik Berbasis “AI”

Kamis, 11 Jun 2026, 03:27 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang agar dapat menjadi kawasan percontohan pemerintahan digital terdepan di Indonesia salah satunya sebagai laboratorium layanan publik berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Dengan dukungan pendanaan internasional untuk perencanaan kota pintar atau smart city yang mencapai 2,49 juta dollar AS (sekitar Rp44 miliar) pada awal 2026, IKN disiapkan agar dapat menjadi “laboratorium hidup” bagi pengembangan teknologi di masa depan.

Ket. Foto: Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Program Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) Mitra Pemerintah Kota Balikpapan dan Mitra Pemerintah Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara yang diikuti secara daring dari Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026). — Sumber: Antara

“Ibu Kota Nusantara dirancang untuk menjadi laboratorium hidup bagi teknologi masa depan. Mulai dari autonomous vehicle, sistem energi yang pintar, hingga layanan publik berbasis AI yang inklusif,” kata Nezar membuka acara pelatihan talenta digital untuk program Digital Leadership Academy (DLA) yang dilangsungkan secara daring, Selasa (9/6).

Lebih lanjut Nezar mengatakan sebagai gerbang utama IKN, Balikpapan juga dinilai memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga pemerintahan digital sehingga kota ini harus juga memiliki standar layanan publik yang setara dan terintegrasi.

Pembangunan kota pintar tersebut krusial karena berdasarkan data dari IMD World Digital Competitiveness Ranking 2025, Indonesia masih memiliki tantangan dalam aspek kesiapan teknologi dan pengetahuan yang harus segera diakselerasi.

Selain pembangunan kota pintar tersebut, Kementerian Komdigi juga berupaya melakukan akselerasi di aspek pengetahuan para pemimpin baik pejabat di pemerintahan pusat maupun daerah melalui Digital Leadership Academy (DLA).

Program ini diadakan untuk menghasilkan para pemimpin digital yang lebih unggul dalam People centricity, Agile Strategy, dan Agile Execution.

Secara lebih detail program DLA memiliki kurikulum yang komprehensif, mencakup 10 kompetensi utama yang selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sehingga lulusannya dapat tesertifikasi sebagai pemimpin digital unggul.

Dengan standar yang terstruktur maka harapannya para pemimpin digital tersebut tidak hanya mengerti teknologi yang tengah berkembang tapi juga bisa mengambil kebijakan efisien berbasis dukungan teknologi tersebut.

“Kita tidak hanya bicara tentang cloud computing atau cyber security, tapi juga tentang enterprise architecture yang menjamin integrasi data lintas instansi serta pemanfaatan AI untuk pengambilan keputusan berbasis data,” kata Nezar.

Wamen Nezar mendorong agar para peserta DLA 2026 dapat memperluas cakrawala mereka, membangun jejaring kolaborasi, serta mengubah pola pikir agar lebih progresif dan transformatif. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.