Presiden Trump Sebut Israel dan Iran Sepakat untuk Menahan Diri Selama Sepekan

Rabu, 10 Jun 2026, 15:22 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan Israel dan Iran sepakat menahan diri dari konflik selama sekitar satu pekan. Kesepakatan itu disebut tercapai setelah percakapannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dilansir dari Dawn dan Al Jazeera.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Selasa (9/6). Ia menyebut pembicaraannya dengan Netanyahu berlangsung sangat baik dan menghasilkan kesepahaman untuk meredakan ketegangan antara Israel dan Iran.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump — Sumber: X - The White House

Trump mengatakan, setelah saling melancarkan serangan, kedua pihak kini sepakat menghentikan eskalasi. Ia menyebut Israel dan Iran akan saling membiarkan satu sama lain untuk sementara waktu.

Masa tenang tersebut diperkirakan berlangsung setidaknya selama satu minggu. Selain membahas situasi keamanan, Trump juga menyinggung perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurutnya, proses perundingan telah memasuki tahap akhir dan berpotensi menghasilkan kesepakatan yang sangat baik bagi semua pihak. Ia menegaskan, salah satu tujuan utama kesepakatan tersebut adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.

Pemerintah AS, kata Trump, terus mendorong penyelesaian berbagai ketegangan di Timur Tengah melalui jalur diplomatik. Trump memperkirakan kesepakatan itu dapat ditandatangani dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Ia juga menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan menjadi salah satu dampak langsung dari tercapainya perjanjian tersebut. Trump optimis kesepakatan yang dirundingkan akan mengurangi risiko konflik lebih lanjut serta memulihkan stabilitas dan keamanan di Timur Tengah. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.