Pemprov DKI Optimistis Jakarta Bisa Jadi Pusat Perfilman Nasional

Rabu, 10 Jun 2026, 15:05 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meyakini Jakarta akan semakin berkembang sebagai pusat perfilman nasional. Keyakinan tersebut didukung pertumbuhan industri film Indonesia yang menunjukkan capaian positif dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, peningkatan jumlah penonton film nasional menjadi indikator kuat berkembangnya industri kreatif Indonesia saat ini. Sejumlah karya sineas Tanah Air juga berhasil memperluas pasar hingga ke berbagai negara.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno — Sumber: RRI/Noviana Geby

"Keberhasilan film Indonesia membuktikan industri kreatif nasional memiliki daya saing kuat dalam menghadapi persaingan global," ujar dia, Rabu (10/6). "Hak distribusi yang terjual ke banyak negara menunjukkan karya anak bangsa semakin diterima pasar internasional."

Salah satu capaian tersebut ditunjukkan film Ghost in the Cell yang meraih jutaan penonton selama masa penayangan. Film tersebut juga berhasil memperluas distribusi internasional dan menjangkau pasar di berbagai kawasan.

Wagub menilai keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri perfilman nasional yang berkelanjutan. Ini sekaligus menunjukkan meningkatnya kualitas produksi film Indonesia di tengah kompetisi industri hiburan global.

Indonesia juga mencatat peningkatan jumlah penonton bioskop ketika sejumlah negara mengalami tren penurunan penonton. Perubahan pola konsumsi hiburan digital belum mengurangi minat masyarakat Indonesia untuk menonton film di bioskop.

"Jumlah penonton film nasional mencapai angka tinggi dan menunjukkan potensi pasar yang terus berkembang pesat," ucap dia.

Menurut Rano, kondisi tersebut menarik perhatian investor serta pelaku industri film internasional untuk berkarya di Jakarta.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menyiapkan pembentukan Jakarta Film Commission. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema sekaligus tujuan produksi film.

Wagub mengatakan pemerintah daerah ingin menghadirkan berbagai kemudahan bagi sineas dalam proses produksi film. Langkah tersebut diharapkan mendorong lahirnya karya berkualitas serta memperkuat ekosistem perfilman nasional.

"Jakarta Film Commission dirancang untuk mendukung kebutuhan produksi dan meningkatkan daya saing perfilman Indonesia ke depannya," ucap dia. "Pemerintah berharap semakin banyak karya bermutu lahir dari Jakarta melalui dukungan fasilitas yang tersedia."

Kepala Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menyatakan regulasi pendukung masih dipersiapkan pemerintah daerah. Proses tersebut dilakukan bersamaan dengan finalisasi kelembagaan untuk mendukung pengembangan Jakarta sebagai Kota Sinema.

"Kami sedang menyiapkan regulasi dan kelembagaan guna memperkuat dukungan terhadap industri perfilman nasional. Setelah seluruh persiapan selesai, insentif akan diberikan agar produksi film dalam negeri semakin berkembang." Ucap dia. ils/I-1

  • Pemprov DKI Jakarta
  • Pusat Perfilman Nasional

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.