Lebanon Makin Mencekam, Jutaan Pengungsi Terjebak di Pusaran Konflik Tanpa Arah

Rabu, 10 Jun 2026, 19:53 WIB

NEW YORK - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA), Selasa (9/6), menyatakan situasi kemanusiaan di Kota Tyre dan wilayah sekitarnya di Lebanon selatan kian memburuk.

PBB menyebut kondisi tersebut terjadi di tengah perintah pengungsian yang berulang kali dikeluarkan serta serangan yang terus dilancarkan oleh pasukan Israel.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

OCHA menyebut, banyak warga sipil, termasuk penduduk Tyre, warga yang tinggal di kamp-kamp pengungsi Palestina, dan para pengungsi dari wilayah lain di Lebanon selatan, masih berada di daerah itu.

Menurut OCHA, perintah pengungsian yang dikeluarkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada Selasa untuk seluruh Kota Tyre di Kegubernuran Selatan, termasuk seluruh kawasan permukiman dan kamp-kamp pengungsi Palestina, akan berdampak pada hampir 44.000 orang, dengan banyak di antaranya sudah mengungsi.

Mesk terdapat perintah dan berbagai risiko yang menyertainya, laporan awal dari otoritas setempat dan para mitra menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga akan tetap tinggal di Tyre, dengan banyak di antaranya memilih untuk bertahan karena pilihan yang terbatas.

Beberapa di antaranya dilaporkan telah mencari tempat perlindungan yang lebih jauh ke arah utara, di Kota Saida dan Distrik Chouf di Kegubernuran Gunung Lebanon.

Pada Selasa (9/6), tidak ada pergerakan populasi besar-besaran terlihat dari kamp-kamp pengungsi Palestina, meskipun sekitar 10.000 orang sebelumnya telah mengungsi ke tempat-tempat perlindungan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) di Distrik Saida dan Lebanon utara setelah perintah evakuasi untuk Kota Tyre sekitar 10 hari lalu.

Sementara itu, serangan-serangan terus berdampak pada layanan kesehatan. Pada Senin (8/6), sebuah serangan udara di dekat pusat Palang Merah Lebanon di Tyre dilaporkan menewaskan lima orang dan melukai delapan lainnya, termasuk empat paramedis. Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, sedikitnya sembilan orang tewas dan lebih dari 28 lainnya terluka akibat serangkaian serangan pada Selasa yang menargetkan kawasan permukiman padat penduduk Al Masaken di Kota Tyre.

PBB kembali menegaskan kebutuhan mendesak untuk melindungi warga sipil, menjamin akses kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan, serta menghormati hukum humaniter internasional.

Farhan Haq, wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menyebutkan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) pada Senin (8/6) mendeteksi 48 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh Israel dan sembilan serangan udara yang dilancarkan oleh jet tempur IDF, serta satu insiden terpisah berupa tembakan senapan mesin secara beruntun dari sebuah helikopter IDF.

Pada Senin yang sama, pasukan penjaga perdamaian UNIFIL melaporkan adanya 446 trajektori proyektil yang dilepaskan dari posisi-posisi IDF di dalam wilayah operasi misi tersebut, serta 10 trajektori proyektil yang diduga ditembakkan oleh Hizbullah.

Haq memamparkan, UNIFIL memfasilitasi tujuh misi kemanusiaan ke Tyre dan daerah sekitarnya pada Senin.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.