Joshua Kimmich

Rabu, 10 Jun 2026, 06:53 WIB

KETIKA Timnas Jerman melangkah ke Piala Dunia 2026, satu sosok kembali menjadi tumpuan harapan Der Panzer. Joshua Kimmich, gelandang Bayern Munich yang kini berusia 31 tahun, akan memimpin negaranya sebagai kapten dalam upaya mengembalikan kejayaan Jerman di panggung sepak bola dunia.

Pelatih Julian Nagelsmann memasukkan Kimmich dalam skuad final berisi 26 pemain yang diumumkan pada tanggal 21 Mei lalu. Namanya tercantum dalam kelompok gelandang bersama Jamal Musiala, Florian Wirtz, Leon Goretzka, Pascal Groß, Angelo Stiller, Felix Nmecha, Nadiem Amiri, Jamie Leweling, Leroy Sané, Aleksandar Pavlovic, dan Lennart Karl.

Ket. Foto: Bek Jerman, Joshua Kimmich, memainkan bola selama pertandingan persahabatan internasional antara Jerman dan Ghana di Stuttgart, Jerman pada 30 Maret 2026. — Sumber: Thomas KIENZLE / AFP

Piala Dunia 2026 menjadi turnamen dunia ketiga bagi Kimmich setelah tampil di Russia 2018 dan Qatar 2022. Pengalaman panjangnya bersama tim nasional menjadi aset berharga bagi Jerman yang berusaha menghapus kenangan pahit dua kegagalan beruntun di fase grup pada dua edisi sebelumnya.

Hingga Maret 2026, Kimmich telah mengoleksi 108 penampilan dan mencetak 10 gol untuk tim nasional Jerman. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad Nagelsmann.

Jerman tergabung di Grup E bersama Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador. Laga pembuka akan berlangsung di NRG Stadium, Houston, melawan Curacao pada tanggal 14 Juni. Der Panzer lolos ke putaran final setelah menjuarai Grup A kualifikasi UEFA pada bulan November tahun lalu.

Di lapangan, Kimmich dikenal sebagai gelandang serbabisa dengan kemampuan distribusi bola yang akurat, visi permainan tajam, serta agresivitas dalam merebut penguasaan bola. Perannya sebagai jangkar di lini tengah memungkinkan Jerman menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Dia mampu membawa bola dari area dalam, memutus alur permainan lawan, sekaligus mengatur tempo melalui umpan-umpan pendek maupun panjang.

Gaya bermainnya kerap dibandingkan dengan legenda Jerman, Philipp Lahm. Keduanya sama-sama pernah menjadi kapten Bayern Munich dan tim nasional, serta memiliki kemampuan menghubungkan lini belakang dengan sektor serangan.

Namun, yang paling membuat Kimmich optimistis menjelang turnamen kali ini bukanlah statistik maupun pengalaman. Menurutnya, atmosfer di ruang ganti Jerman telah berubah secara signifikan dibanding beberapa tahun lalu.

“Sekarang ketika Anda berada di ruang ganti, Anda melihat sebuah tim yang benar-benar bersatu,” ujar Kimmich.  ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.