Pochettino Puas dengan Performa AS Meski Takluk dari Jerman Jelang Piala Dunia

Senin, 08 Jun 2026, 00:30 WIB

CHICAGO – Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, tetap melihat banyak hal positif meski tim asuhannya harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor 1-2 dalam laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026.

Bermain di Soldier Field, Chicago, Minggu (7/6) tuan rumah Piala Dunia tersebut memberikan perlawanan sengit kepada salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia. Pochettino bahkan menilai pertandingan tersebut menjadi ujian berharga bagi skuadnya dalam menghadapi tekanan sebelum turnamen resmi dimulai.

Ket. Foto: Mauricio Pochettino. — Sumber: AFP

Jerman langsung mengejutkan publik tuan rumah ketika laga baru berjalan dua menit. Berawal dari tendangan bebas akurat Joshua Kimmich, bola berhasil disundul masuk oleh Kai Havertz untuk membawa Die Mannschaft unggul cepat 1-0.

Namun Amerika Serikat tidak menyerah. Dukungan puluhan ribu suporter di stadion menjadi suntikan semangat bagi tim asuhan Pochettino yang mampu membalas melalui gol spektakuler bek kiri Antonee Robinson.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali berjalan seimbang dan meningkatkan kepercayaan diri skuad tuan rumah.

Meski demikian, kualitas Jerman akhirnya menjadi pembeda. Pada menit ke-57, winger lincah Leroy Sane sukses mencetak gol kemenangan yang memastikan Jerman pulang dengan hasil positif.

Kendati kalah, Pochettino menegaskan dirinya puas dengan respons yang ditunjukkan para pemain menghadapi salah satu tim terbaik dunia.

Menurut mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain tersebut, laga melawan Jerman memberikan gambaran jelas mengenai kesiapan mental skuad Amerika Serikat menjelang Piala Dunia.

"Secara keseluruhan saya pikir kami tampil baik. Saya senang dengan performa semua pemain. Kami menghadapi salah satu tim terpenting di dunia," ujar Pochettino.

"Saya pikir kami harus merasa puas. Kami mampu bersaing dan mungkin sedikit kurang beruntung. Menurut saya pertandingan berjalan seimbang."

Ia menambahkan bahwa laga tersebut menjadi kesempatan ideal untuk mengukur karakter dan kebersamaan tim dalam menghadapi tekanan tinggi.

"Ini adalah tantangan yang luar biasa bagi kami untuk melihat bagaimana kami bereaksi, bagaimana kami menunjukkan karakter, kebersamaan, dan bagaimana kami bermain di bawah tekanan."

Setelah menjalani serangkaian pertandingan dan sesi latihan intensif selama dua pekan terakhir, fokus staf pelatih kini beralih pada pemulihan kondisi fisik pemain.

Pochettino mengakui bahwa tim pelatih sengaja memberikan beban latihan tinggi sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen.

"Kami menuntut banyak dari para pemain dalam dua minggu terakhir. Saya melihat para pemain dan tim telah menjalani beban kerja yang cukup besar," katanya.

Karena itu, mantan pelatih Chelsea tersebut menilai manajemen kebugaran menjadi faktor krusial dalam beberapa hari ke depan.

"Sekarang kami harus mengevaluasi beban latihan dan bersikap cerdas agar bisa menghadapi Paraguay dalam kondisi terbaik, segar, dan penuh energi."

Amerika Serikat akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Paraguay pada 12 Juni di SoFi Stadium, dekat Los Angeles.

Sebagai salah satu tuan rumah turnamen bersama Kanada dan Meksiko, ekspektasi publik terhadap performa tim berjuluk USMNT sangat tinggi.

Meski hasil melawan Jerman berakhir dengan kekalahan, performa kompetitif yang ditunjukkan tim memberikan optimisme bahwa skuad muda Amerika Serikat memiliki modal untuk bersaing di fase grup.

Bagi Pochettino, yang terpenting bukan sekadar hasil dari laga persahabatan, melainkan bagaimana tim berkembang secara kolektif dan siap menghadapi tekanan besar saat Piala Dunia resmi dimulai.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.