- Home
-
- Megapolitan
-
- Bikin Kantong Nggak Bolong...
Bikin Kantong Nggak Bolong, Yuk Beralih ke Kartu JakLingko Hitam Rekomendasi Pemprov DKI!
Minggu, 07 Jun 2026, 18:02 WIBJAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan kartu uang elektronik JakLingko Card berwarna hitam untuk menghemat biaya transportasi di tengah rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek.
Kartu tersebut mendukung skema tarif integrasi antarmoda dengan biaya maksimum Rp10 ribu.
"Kartu tersebut dipergunakan untuk mengakses layanan integrasi multi moda. Transjakarta, MRT dan LRT DKI Jakarta dengan tarif maksimum Rp10 ribu," ujar Budi saat dihubungi di Jakarta, Minggu (7/6).
Adapun kartu JakLingko berwarna hitam itu memungkinkan pengguna berpindah dengan mudah pada empat moda transportasi, yakni Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), Transjakarta, dan Commuterline.
Diketahui, kartu ini terintegrasi dengan aplikasi JakLingko. Bila mana kartu hilang, saldo kartu dipastikan tetap ada di aplikasi JakLingko.
Selain itu, pada fase Account Based Ticketing (ABT), kartu transportasi mampu mengenal profil pengguna masing-masing, sehingga apabila nantinya terdapat kebijakan insentif tarif bagi profil pengguna khusus, misalnya untuk lansia atau anak sekolah dan lainnya.
Selain kartu tersebut, masyarakat juga bisa membeli kartu uang elektronik JakLingko berwarna biru yang dikeluarkan oleh lima bank yakni BCA, Mandiri, BNI, Bank Jakarta dan BRI.
Budi menjelaskan, kartu tersebut bisa dibeli di mesin penjual otomatis atau vending machine yang tersedia di halte Transjakarta dan stasiun MRT serta LRT.
"Kartu ini bisa digunakan naik Tj Rp5 ribu maksimal selama tiga jam perjalanan. Tidak ada syarat. Warga non-Jakarta juga boleh memiliki kartu tersebut," jelas Budi.
Sebelumnya, Budi juga sempat memaparkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah menanggapi rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek.
Pihaknya, kata dia, akan melakukan beberapa cara untuk tetap menarik minat masyarakat, khususnya warga daerah penyangga agar beralih menggunakan transportasi umum.
Salah satunya, yaitu dengan melakukan sosialisasi yang komprehensif terhadap urgensi penyesuaian tarif kepada masyarakat dengan melibatkan unsur pemangku kepentingan.
Selain itu, pihaknya juga akan memperluas skema tarif integrasi.
âSeperti tarif maksimum Rp10.000 dalam 3 jam yang diakses melalui aplikasi JakLingko agar mencakup seluruh rute Transjabodetabek,â kata Budi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Dia menyebutkan tarif integrasi Rp10 ribu merupakan skema biaya maksimum yang dikenakan saat masyarakat menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum, seperti kombinasi Transjakarta, MRT, dan LRT, dalam satu perjalanan berkelanjutan.
Namun, dia menjelaskan, skema tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui Aplikasi Jaklingko. Ant
- Kartu Jaklingko Hitam
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.