London Business School Angkat SATSPAM sebagai Studi Kasus AI untuk Perlindungan Masyarakat dari Penipuan Digital
Sabtu, 06 Jun 2026, 23:25 WIBJAKARTA â Inisiatif perlindungan masyarakat dari ancaman scam dan spam digital yang dikembangkan oleh PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Tanla Platforms mendapat pengakuan internasional. Program bernama Satspam tersebut resmi diangkat sebagai studi kasus oleh London Business School (LBS), salah satu institusi pendidikan bisnis terkemuka di dunia.
Dalam kajiannya, LBS menyoroti Satspam sebagai contoh pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan digital yang semakin berkembang. Studi tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor industri, pemerintah, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem digital yang aman dan terpercaya.
Pengakuan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa inovasi teknologi yang lahir di Indonesia mampu memberikan kontribusi dalam diskusi global mengenai keamanan digital. Selain itu, keberhasilan Satspam juga mencerminkan sinergi yang kuat antara dunia usaha dan pemerintah, termasuk dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam menciptakan iklim transformasi digital yang kondusif.
Director and Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison sekaligus Chair Global Anti-Scam Alliance Indonesia Chapter, Reski Damayanti, mengatakan pengakuan dari London Business School menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tantangan penipuan digital global, tetapi juga dapat menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Reski, Satspam menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara operator telekomunikasi dan regulator mampu menghasilkan perlindungan yang berdampak sistemik bagi masyarakat. Ia menilai model kerja sama tersebut perlu diperluas dengan melibatkan sektor lain seperti penyedia jasa keuangan, platform digital, aparat penegak hukum, serta berbagai pihak terkait lainnya mengingat penipuan digital merupakan persoalan lintas sektor.
âPenipuan digital tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi lintas ekosistem agar perlindungan terhadap masyarakat dapat berjalan lebih efektif,â ujarnya melalui siaran pers pada hari Jumat (5/6).
Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, Satspam telah membantu mendeteksi lebih dari dua miliar indikasi scam dan spam di jaringan Indosat. Sistem ini memanfaatkan teknologi AI untuk menganalisis berbagai sinyal komunikasi secara real-time guna mengenali pola ancaman yang terus berkembang.
Melalui pendekatan berbasis jaringan, Satspam diklaim mampu mencapai tingkat akurasi deteksi lebih dari 90 persen. Sistem ini juga memberikan perlindungan terhadap pesan singkat (SMS) maupun panggilan suara yang berpotensi digunakan sebagai sarana penipuan.
Berbeda dengan metode konvensional yang mengandalkan daftar blokir statis, Satspam dirancang untuk terus mempelajari pola ancaman baru sehingga dapat beradaptasi dengan berbagai modus penipuan digital yang semakin dinamis.
Dukungan Regulator Perkuat Perlindungan Digital
Keberhasilan implementasi Satspam juga didukung oleh kerja sama erat dengan regulator. Komdigi dinilai berperan dalam menyediakan landasan kebijakan yang memungkinkan pengembangan teknologi perlindungan berbasis AI dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan data pribadi, dan kepentingan konsumen.
Kolaborasi tersebut turut diwujudkan melalui pembentukan Indonesia Anti-Scam Center, forum koordinasi lintas sektor yang dikoordinasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan dalam kerangka Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti). Forum ini bertujuan mempercepat penanganan kasus penipuan transaksi keuangan, termasuk pemblokiran rekening dan upaya pemulihan dana korban.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menegaskan bahwa pemanfaatan AI menjadi semakin penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat di ruang digital.
Menurut Nezar, transformasi digital harus dibangun di atas rasa aman dan kepercayaan publik. Ia menilai perkembangan modus penipuan digital yang sangat cepat membuat pendekatan konvensional tidak lagi memadai sehingga dibutuhkan dukungan teknologi dan kolaborasi yang lebih kuat.
âInisiatif yang telah dikembangkan pelaku industri menunjukkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat dapat diperkuat langsung di level jaringan telekomunikasi. Ini menjadi dasar bagi kami untuk mendorong seluruh industri telekomunikasi membangun sistem anti-scam guna melindungi pelanggan dari berbagai percobaan penipuan digital,â kata Nezar.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Dicky Kartikoyono, menyambut baik inisiatif Satspam sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan konsumen di sektor keuangan digital.
Menurut Dicky, penipuan digital tidak dapat ditangani oleh satu sektor saja karena sering kali bermula dari kanal komunikasi dan berujung pada kerugian finansial masyarakat. Karena itu, OJK melalui IASC akan terus mendorong sinergi antara operator telekomunikasi, lembaga jasa keuangan, platform digital, regulator, dan aparat penegak hukum untuk memperkuat pencegahan, deteksi, serta respons terhadap berbagai bentuk penipuan digital.
Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber, pengalaman Satspam menunjukkan bahwa pemanfaatan AI yang didukung kolaborasi lintas sektor dapat menjadi salah satu pendekatan efektif untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan berkelanjutan.
Pengakuan dari London Business School semakin menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari Indonesia memiliki relevansi global dalam menjawab tantangan keamanan digital. Keberhasilan Satspam juga menjadi contoh bagaimana sinergi antara industri, pemerintah, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi fondasi penting dalam melindungi masyarakat di era digital.
- OJK
- Teknologi AI
- Indosat Ooredoo Hutchison (IOH)
- Indosat Ooredoo Hutchison
- Nezar Patria
- Komdigi
- transformasi digital
- SATSPAM
- Keamanan Siber
- London Business School
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
OJK proyeksikan kredit UMKM tumbuh positif
-
Prosesor AMD Ryzen AI 400 Series Siap Tenagai Laptop AI Generasi Baru
-
Anker Perkenalkan Chip AI THUS™ dan Deretan Inovasi Baru di Anker Day 2026
-
Telkom dan Katadata Perkuat Ekosistem AI Lewat Kolaborasi dengan Universitas Udayana
-
Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.