Aplikasi Access by KAI Layani 29,8 Juta Pelanggan Sepanjang Tahun Ini
Sabtu, 06 Jun 2026, 19:15 WIBJAKARTAÂ - Aplikasi Access by KAI mencatat jumlah pengguna sebanyak 29,8 juta orang selama lima bulan pertama 2026. Platform tersebut kini menjadi saluran utama bagi pemesanan tiket perjalanan kereta api di seluruh Indonesia.
Aplikasi seluler ini mendominasi transaksi pembelian tiket dengan persentase mencapai angka sebesar 73,98 persen. Selain itu, jumlah pelanggan yang terdaftar sebagai anggota premium kini menyentuh angka 4,8 juta.
Kereta Api Indonesia (KAI) merilis data perkembangan layanan digital pada hari Jumat (5/6). Perusahaan transportasi milik negara tersebut menjelaskan sejarah panjang perubahan sistem penjualan tiket kepada masyarakat luas.
Pada era sebelum komputerisasi, calon penumpang harus mengantre lama di loket stasiun demi membeli karcis. KAI kemudian menerapkan sistem pemesanan modern pada tahun 2010 guna meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa.
Pemesanan secara daring mulai diperkenalkan kepada publik pada rentang tahun 2012 hingga tahun 2014. Sistem pemeriksaan tiket mandiri juga diterapkan melalui mesin pencetak tiket elektronik di stasiun keberangkatan.
Aplikasi KAI Access resmi meluncur pada tahun 2015 untuk memudahkan pencarian jadwal perjalanan kereta. Layanan tersebut terus dikembangkan secara konsisten hingga bertransformasi menjadi aplikasi bernama Access by KAI.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memberikan penjelasan mengenai sejarah perubahan sistem penjualan tiket. Ia menerangkan bahwa langkah transformasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan secara optimal.
"Transformasi ticketing KAI berjalan mengikuti perubahan cara masyarakat merencanakan perjalanan. Dari membeli karcis di loket hingga memesan tiket melalui aplikasi, seluruh proses tersebut menunjukkan bagaimana layanan kereta api terus beradaptasi agar semakin mudah diakses oleh pelanggan," ujar Anne.
Penjualan tiket melalui mitra resmi tercatat sebesar 17,12 persen dan loket stasiun menyumbang 7,96 persen. Sisanya berasal dari situs web KAI, mesin penjual otomatis, serta Contact Center 121 milik perusahaan.
KAI terus melakukan pembaruan fitur Recent Search untuk membantu para pelanggan mengakses riwayat pencarian sebelumnya. Fitur Select Date juga hadir demi mempermudah pengaturan tiket untuk jadwal pergi dan pulang sekaligus.
Informasi lengkap mengenai fasilitas kereta kini dapat diakses secara langsung melalui menu Train Details. Selain itu, teknologi pemindaian wajah yaitu Face Recognition Boarding Gate telah diterapkan di 21 stasiun.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, memberikan penegasan tentang keberlanjutan inovasi digital. Ia menyatakan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi dan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat.
âPengembangan layanan digital akan terus menjadi fokus KAI agar perjalanan semakin mudah, cepat, dan praktis. Namun kami tetap menyediakan layanan pembelian tiket di beberapa stasiun untuk mengakomodasi kebutuhan lansia, penyandang disabilitas, anak-anak, serta pelanggan yang memerlukan pendampingan," kata Wisnu Pramudya. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
SPKAI: Kecelakaan di Bekasi Timur Jadi Momentum Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional
-
Dari Mitra Pengemudi Menjadi Pengusaha Kuliner, Begini Kisah Sukses Mas Nur Membangun Baso Aci Mastyo
-
Warga Jakbar Merapat, Urus Sertifikat Tanah Kini Gratis dan Gak Pake Ribet Lewat Layanan "Cantik"
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
Tiket Kereta dari Tanah Abang ke Merak Cuma Rp11.000, Ekonomis dan Nyaman Menuju Gerbang Pulau Sumatra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.