Rahasia Terungkap, Guardiola Berkali-kali Nyaris Tinggalkan City Sebelum Berpisah

Jumat, 05 Jun 2026, 06:30 WIB

LONDON – Ketua klub Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, mengungkap sisi lain perjalanan Pep Guardiola selama satu dekade memimpin klub. Menurutnya, pelatih asal Spanyol itu sebenarnya berkali-kali mempertimbangkan untuk mengundurkan diri jauh sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan Etihad Stadium pada akhir musim ini.

Guardiola resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Manchester City setelah menorehkan salah satu era tersukses dalam sejarah klub. Selama 10 tahun menukangi The Citizens, ia mempersembahkan enam gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, serta total 20 gelar di berbagai kompetisi.

Ket. Foto: Pep Guardiola. — Sumber: AFP

Namun di balik rentetan kesuksesan tersebut, Khaldoon mengungkap bahwa Guardiola kerap mempertanyakan masa depannya setiap kali tim mengalami periode sulit.

"Dalam 10 tahun terakhir kami mengalami banyak masa indah dan beberapa masa sulit. Pada saat-saat sulit itu, Pep mungkin sudah mengundurkan diri 100 kali, hanya untuk catatan," kata Khaldoon dalam wawancara dengan media resmi Manchester City, Kamis (4/6).

Menurut pria asal Uni Emirat Arab itu, pernyataan Guardiola tentang keinginannya mundur bukanlah sesuatu yang asing bagi jajaran petinggi klub.

Ia bahkan mengibaratkan situasi tersebut seperti kisah klasik "The Boy Who Cried Wolf" atau anak yang berulang kali berteriak melihat serigala.

"Dalam kasus Pep, ketika dia mengatakan 'saya mundur', itu tidak selalu berarti dia benar-benar akan pergi. Anda tidak bisa langsung menganggapnya serius. Anda harus memahami dan mengelolanya," ujar Khaldoon.

"Setiap kali dia mengatakan ingin pergi atau merasa waktunya telah tiba, saya selalu berusaha meyakinkannya untuk bertahan. Sampai akhirnya saya tahu bahwa kali ini memang benar-benar saatnya. Dan ketika momen itu datang, saya tidak mencoba menghalanginya."

Keputusan Guardiola untuk meninggalkan Manchester City menandai berakhirnya salah satu periode paling gemilang dalam sejarah klub.

Sejak tiba pada 2016, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu mengubah City menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa.

Selain enam gelar Premier League dan Liga Champions, Guardiola juga mempersembahkan berbagai trofi domestik lainnya. Bahkan pada musim perpisahannya, ia masih mampu menambah koleksi gelar melalui kemenangan di Piala FA dan Piala Liga Inggris.

Meski demikian, pelatih berusia 55 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya tidak lagi memiliki energi yang cukup untuk terus memimpin proyek jangka panjang Manchester City.

Keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan matang dan diskusi panjang dengan manajemen klub.

Kepergian Guardiola memunculkan spekulasi bahwa dominasi Manchester City mulai berakhir.

Klub biru langit itu gagal menjuarai Premier League dalam dua musim terakhir dan musim ini harus puas finis tujuh poin di belakang juara, Arsenal.

Meski demikian, Khaldoon menolak anggapan bahwa Manchester City telah melewati masa puncaknya.

"Kami masih sangat jauh dari kata mencapai batas. DNA klub ini adalah menang. Klub ini dirancang dan dibangun untuk terus meraih kemenangan," tegasnya.

Ia optimistis City akan kembali menjadi penantang utama gelar musim depan, terutama setelah rencana perekrutan sejumlah pemain baru pada bursa transfer musim panas.

"Dengan tambahan pemain yang akan kami datangkan musim panas ini, saya sangat percaya diri. Saya pikir musim depan kami akan kembali dengan sangat kuat," katanya.

Di tengah pencarian suksesor Guardiola, nama Enzo Maresca menjadi kandidat terkuat untuk mengisi kursi pelatih Manchester City.

Pelatih asal Italia itu tengah menikmati reputasi yang terus meningkat setelah sukses mempersembahkan gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub bersama Chelsea.

Maresca juga bukan sosok asing bagi Manchester City. Ia pernah menjadi asisten Guardiola pada musim 2022-2023 dan memahami filosofi permainan yang telah dibangun selama satu dekade terakhir.

Meski belum mengumumkan nama pengganti secara resmi, Khaldoon memastikan proses pencarian pelatih baru dilakukan secara hati-hati.

"Apa yang bisa saya katakan saat ini adalah kami telah melalui proses yang sangat terstruktur dan penuh pertimbangan. Tim kami yakin, dan saya juga yakin, bahwa kami akan mendapatkan manajer yang tepat untuk klub ini," ujarnya.

"Harap bersabar. Dalam waktu dekat kami akan mengumumkannya dan saya yakin semua orang akan merasa nyaman karena kami telah memilih pelatih terbaik yang mungkin didapatkan."

Keputusan tersebut akan menjadi salah satu yang paling penting dalam sejarah modern Manchester City. Sebab, siapa pun yang datang nantinya akan menghadapi tugas berat melanjutkan warisan Guardiola, sosok yang mengubah klub menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam sepak bola dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.