Harga Pesawat Tinggi, Wisatawan Jabodetabek Beralih ke Liburan Jalur Darat
Rabu, 05 Agu 2026, 19:50 WIBJAKARTAÂ â Bandung diproyeksikan menjadi salah satu destinasi utama wisatawan asal Jabodetabek pada periode long weekend Agustus 2026. Tren tersebut didorong oleh pertimbangan biaya perjalanan, terutama di tengah tingginya harga tiket pesawat dan masyarakat yang semakin selektif mengatur pengeluaran untuk berlibur.
Agustus menjadi salah satu periode yang masih menawarkan momentum libur panjang sebelum memasuki musim liburan akhir tahun. Dua tanggal merah, yakni 17 dan 25 Agustus, diperkirakan dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan singkat.
Dalam kondisi ekonomi yang membuat wisatawan lebih berhati-hati mengalokasikan anggaran, perjalanan melalui jalur darat menjadi salah satu pilihan. Bandung dinilai memiliki keunggulan karena dapat dijangkau dalam waktu relatif singkat dari wilayah Jabodetabek dengan beragam pilihan transportasi.
Perusahaan penyedia hunian co-living berbasis komunitas di Asia Pasifik, Cove, mencatat peningkatan permintaan akomodasi harian di Bandung. Jumlah kamar harian Cove di kota tersebut disebut telah tumbuh lebih dari 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Country Director of Growth sekaligus VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan perubahan pola perjalanan tersebut tidak terlepas dari pertimbangan biaya.
âTingginya harga pesawat dan melemahnya daya beli telah menggeser cara masyarakat Jabodetabek berlibur. Bandung kini menjadi destinasi liburan yang semakin diminati, terutama karena akses darat yang singkat dan lebih hemat dibandingkan kota-kota lainnya,â kata Dian dalam keterangannya pada hari Rabu (5/8).
Menurut dia, peningkatan jumlah kamar harian Cove di Bandung dilakukan untuk mengakomodasi permintaan yang terus meningkat.
Tingkat Hunian Bandung Capai 95 Persen
Proyeksi Bandung sebagai destinasi favorit wisatawan Jabodetabek juga tercermin dari tingkat hunian kamar harian Cove. Hingga awal Agustus 2026, tingkat keterisian kamar harian Cove di Bandung mencapai 95 persen, dengan pemesanan terbanyak berasal dari wisatawan Jabodetabek.
Tingkat hunian tersebut berada di atas sejumlah destinasi domestik lain yang menjadi pasar Cove. Bali tercatat memiliki tingkat hunian 82 persen, sedangkan Surabaya mencapai 85 persen.
Salah satu faktor yang mendukung daya tarik Bandung adalah pilihan transportasi darat yang beragam. Wisatawan dari Jabodetabek dapat menggunakan kereta cepat Whoosh, kereta api, bus, travel, maupun kendaraan pribadi melalui jaringan jalan tol.
Pilihan tersebut memberikan alternatif bagi wisatawan yang ingin menekan biaya perjalanan dibandingkan menggunakan pesawat, terutama untuk perjalanan singkat selama long weekend.
Pertimbangan biaya juga terlihat dari anggaran yang disiapkan untuk akomodasi. Berdasarkan data internal Cove, wisatawan yang menginap di Bandung rata-rata bersedia mengeluarkan sekitar Rp280 ribu per malam untuk penginapan.
Anggaran tersebut berada pada kategori akomodasi bujet. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski minat masyarakat untuk bepergian masih cukup tinggi, sensitivitas terhadap harga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan tempat menginap.
Dua properti Cove di Bandung yang diperkirakan menjadi pilihan wisatawan selama Agustus adalah Cove Limora dan Cove Vaia. Keduanya masuk dalam segmen Cove Classics, yakni kategori akomodasi kelas menengah Cove, dengan rata-rata harga sewa sekitar Rp230 ribu per malam.
Keluarga Mulai Mendominasi Pemesanan
Selain faktor harga, kepraktisan juga menjadi pertimbangan wisatawan Jabodetabek ketika memilih Bandung sebagai destinasi liburan.
Cove memperkirakan terjadi peningkatan pemesanan dari segmen keluarga selama periode long weekend. Pemesanan juga banyak dilakukan melalui platform Online Travel Agent (OTA).
Pola tersebut menunjukkan bahwa wisatawan yang bepergian dalam rombongan cenderung memilih cara pemesanan yang lebih praktis. Dengan demikian, persiapan perjalanan dapat dilakukan secara lebih sederhana tanpa harus mengurus berbagai kebutuhan akomodasi secara terpisah.
Pola pemesanan kamar juga menunjukkan karakter perjalanan yang spontan atau dilakukan dalam waktu relatif dekat dengan tanggal keberangkatan. Sebagian besar pemesanan kamar Cove di Bandung dilakukan antara satu hingga empat hari sebelum waktu check-in.
Sementara itu, rata-rata lama menginap wisatawan hanya sekitar 1,5 hari. Durasi tersebut sejalan dengan karakter long weekend yang memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan singkat tanpa perlu mengambil cuti panjang.
Tren tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan wisata dari Jabodetabek pada Agustus 2026 tidak hanya dipengaruhi oleh keinginan untuk berlibur, tetapi juga oleh pertimbangan efisiensi biaya, kemudahan akses, serta fleksibilitas dalam menentukan akomodasi.
Bandung dengan jarak yang relatif dekat, pilihan transportasi darat yang beragam, dan ketersediaan akomodasi dengan harga terjangkau pun menjadi salah satu pilihan yang dinilai sesuai dengan pola perjalanan tersebut.
- Bandung
- Transportasi darat
- travel
- pariwisata Indonesia
- Whoosh
- Long Weekend
- Cove
- Pariwisata Jawa Barat
- Pariwisata Bandung
- Wisatawan Jabodetabek
- Liburan Agustus 2026
- Wisata Hemat
- Jalur Darat
- Akomodasi Bandung
- Hotel Bandung
- Liburan Keluarga
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Wisatawan Tiongkok Catat Pertumbuhan Minat Tertinggi ke Indonesia pada Semester I 2026
-
Industri Perhotelan Indonesia Mulai Bangkit, Wisatawan Mancanegara Jadi Motor Utama
-
DLH Trenggalek Gelar Uji Emisi Gratis untuk 250 Kendaraan di Alun-Alun
-
Staycation Jadi Pilihan Liburan Sekolah, Pemesanan Kamar Harian Meningkat 33 Persen
-
Kontingen Popda Natuna Tenang karena BPJS Ditanggung Pemkab
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.