- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakarta Model Percontohan ...
Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu
Jumat, 05 Jun 2026, 03:37 WIBJAKARTA â Program percontohan penyelenggaraan pelayanan terpadu bagi perempuan dan anak Provinsi Jakarta menjadi percontohan. Program ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2024 yang merupakan turunan dari Undang-Undang TPKS Nomor 12 Tahun 2022.
Melalui program ini, lintas kementerian dan Pemprov berkomitmen menghadirkan sistem perlindungan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak. Gubernur Jakarta Pramono menyambut baik program ini. Dia berkomitmen memastikan pelaksanaannya berjalan baik.
âSaya sudah minta jajaran untuk sungguh-sungguh menjalankan program percontohan ini. Kami akan kerjakan, sampai selesai tahun 2029,â ujar Pramono. Menurut dia, program ini penting untuk memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak yang semakin terintegrasi.
Saat ini, lanjutnya, Pemprov Jakarta telah mengimplementasikan program ini di berbagai infrastruktur. Ini termasuk sistem transportasi publik yang ramah perempuan dan anak seperti Transjakarta. âKami menggarisbawahi bahwa semua fasilitas harus ramah anak, perempuan, dan disabilitas,â katanya.
Untuk memaksimalkan implementasi program, Pemprov juga akan mengoptimalkan pemanfaatan sistem digitalisasi, seperti aplikasi JAKI dan Smart City. Pramono berharap pelaksanaan program benar-benar memberikan manfaat.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menjelaskan, program tersebut sebagai bentuk komitmen tanggung jawab negara dalam menghadirkan sistem perlindungan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.
Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Perempuan serta Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja tahun 2024 menunjukkan, 1 dari 4 perempuan pernah mengalami kekerasan. Begitu juga dengan anak perempuan.
Tercatat sebanyak 51,72 persen anak usia 13-17 tahun pernah mengalami salah satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya. Sedangkan untuk anak laki-laki usia 13-17 tahun tercatat sebanyak 41,83 persen. wid/G-1
- kota ramah anak
- pramono anung
- transjakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
BRIN Siapkan SDM untuk Operasikan PLTN Pertama pada 2032
-
Bayar Utang Atau Zakat Fitrah, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Kata Kemenag DKI
-
Gubernur Pramono Sentil Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral Baru Perbaiki Jalan Rusak
-
Oscar Pensiun di Usia 34 Tahun, Masalah Jantung Akhiri Karie
-
Antara Washington dan Teheran: Manuver Berani Pakistan Demi Akhiri Konflik Timur Tengah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.