Investor Ragu, Kredibilitas Kebijakan Dipertaruhkan di Tengah Tekanan Pasar

Jumat, 05 Jun 2026, 00:00 WIB

Konsistensi kebijakan ekonomi, kredibilitas otoritas, serta kepastian arah reformasi menjadi elemen penting untuk memulihkan optimisme pelaku pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

JAKARTA – Pemulihan kepercayaan investor menjadi faktor krusial di tengah dinamika pasar keuangan yang masih dibayangi ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kepercayaan yang kuat dapat mendorong aliran modal masuk, memperkuat likuiditas pasar, serta membantu menjaga stabilitas aset keuangan domestik.

Ket. Foto: Pembangunan Ekonomi - Sepanjang 2026, IHSG Terkoreksi 32,46 Persen, Rupiah Melemah 7,62 % — Sumber: antara

Sebaliknya, jika sentimen investor terus melemah, tekanan terhadap pasar saham, obligasi, dan rupiah berpotensi semakin besar. Karena itu, konsistensi kebijakan ekonomi, kredibilitas otoritas, serta kepastian arah reformasi menjadi elemen penting untuk memulihkan optimisme pelaku pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menegaskan bahwa kepastian hukum dan tata kelola kebijakan yang transparan, akuntabel, serta konsisten menjadi kunci menjaga kepercayaan investor di tengah gejolak pasar keuangan dan tekanan terhadap rupiah. Menurutnya, investor tidak hanya mempertimbangkan fundamental ekonomi, melainkan juga mencermati kemampuan pemerintah menciptakan iklim usaha yang memberikan kepastian dan rasa aman.

“Tanpa adanya jaminan (kepastian hokum) tersebut, jelasnya, persepsi negatif dapat berkembang dan memengaruhi keputusan investasi,” ujar Said dikutip dari laman resmi DPR RI Parlementaria di Jakarta, Kamis (4/6).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu juga mengingatkan agar pemerintah tetap fokus pada program prioritas nasional (quick win) yang ditetapkan dalam APBN, sehingga arah pembangunan tetap jelas dan konsisten. Dia menilai penguatan kepastian hukum, tata kelola yang baik, serta mitigasi terhadap berbagai tantangan ekonomi akan meningkatkan optimisme pelaku usaha, menjaga stabilitas ekonomi, dan memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi.

Seperti diketahui, rupiah dalam perdagangan, Kamis (4/6), menembus level psikologis anyar dan berada di level 18.049 rupiah per dollar AS atau jauh melampaui target pemerintah di level 16.500 rupiah per dollar AS. Dengan demikian, kurs rupiah sepanjang 2026 melemah sebesar 1.278 poin atau sekitar 7,62 persen dari akhir tahun lalu.

Tak hanya itu, pasar keuangan, terutama bursa saham kian terpuruk di tengah ketidakpastian yang tinggi serta rendahnya kepercayaan investor. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan, Kamis (4/6), ditutup melemah di level 5.839,78 atau terkoreksi 2.807,16 poin atau sekitar 32,46 persen dari akhir tahun lalu.

Respons Terkoordinasi

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M Nafan Aji Gusta menilai pemulihan kepercayaan investor membutuhkan respons terkoordinasi dari berbagai otoritas di tengah pelemahan rupiah dan koreksi tajam IHSG. Dia mendorong Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi di pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN), pemerintah meningkatkan insentif devisa hasil ekspor (DHE), serta Danantara memberikan klarifikasi untuk meredam ketidakpastian pasar.

“Danantara perlu memberikan klarifikasi terkait kebijakan operasional serta isu sektoral yang berkembang guna meredam ketidakpastian di pasar,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (4/6).

Selain itu, Badan Pengelola BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai perlu mengoptimalkan langkah stabilisasi pasar melalui standby buyer, buyback saham BUMN, dan pengaturan perdagangan yang terukur.

Menurut Nafan, tekanan pasar dipicu oleh kombinasi faktor domestik dan global, termasuk aksi jual investor asing, outlook negatif dari Moody’s terhadap Danantara Investment Management, serta antisipasi rebalancing indeks FTSE Russell.

Dari eksternal, meningkatnya ketegangan geopolitik dan penantian data ketenagakerjaan AS turut meningkatkan persepsi risiko investor. Meski secara teknikal IHSG telah berada pada kondisi jenuh jual (extremely oversold), sentimen negatif masih mendominasi sehingga pasar membutuhkan katalis positif untuk memulihkan stabilitas dan kepercayaan investor.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti menilai target investasi 2026 sebesar 2.041 triliun rupiah menuntut kerja lebih keras dari pemerintah, mengingat realisasi investasi pada 2025 mencapai 1.931,2 triliun rupiah. Menurutnya, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, Indonesia membutuhkan investasi sekitar 13.000 triliun rupiah dengan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) 4.

Esther menekankan bahwa kepastian hukum dan penyederhanaan regulasi menjadi kunci utama menarik investasi. Selain itu, pemerintah perlu mendorong penciptaan nilai tambah melalui hilirisasi, memperkuat digitalisasi, menerapkan mitigasi risiko yang adaptif, serta meningkatkan konektivitas kawasan ekonomi guna menekan biaya logistik.

“Dukungan insentif seperti kemudahan perpajakan, keringanan bea masuk, dan penyediaan lahan bagi investor juga dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik investasi dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.