Hindari Konflik Sosial Malaku Terus Memperkuat Toleransi

Jumat, 05 Jun 2026, 07:14 WIB

AMBON – Kawasan Ambon dan sekitarnya masih rawan konflik. Untuk mencegahnya, berbagai upaya terus dilakukan. Seperti Langkah Kepolisian Daerah (Polda) Maluku yang menggandeng Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku untuk memperkuat upaya pencegahan konflik sosial melalui penguatan pendidikan karakter, toleransi, dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.

“Pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, di Ambon, Kamis.

Ket. Foto: perkuat toleransi — Sumber: ist

Menurut dia, nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi maupun isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Edukasi merupakan langkah paling penting untuk membentengi anak-anak dan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Semakin baik pendidikan karakter yang diberikan sejak dini, maka semakin kuat pula daya tahan mereka terhadap berbagai pengaruh negatif,” ujarnya.

Komitmen tersebut disampaikannya dalam audiensi Kapolda Maluku dengan Kepala BPMP Provinsi Maluku La Mansur di Mapolda Maluku, Ambon.

Pertemuan yang dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Maluku itu membahas penguatan kolaborasi antara sektor pendidikan dan kepolisian dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, toleran, serta memiliki daya tahan terhadap berbagai potensi konflik sosial.

Ia menjelaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan karakter generasi muda yang mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing.

Dalam konteks Maluku yang memiliki keberagaman agama, budaya, dan adat istiadat, pendidikan toleransi dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat kohesi sosial dan menjaga persatuan masyarakat.

“Kami berharap dapat dibangun pola pembelajaran yang mempererat hubungan antara anak-anak Muslim dan Nasrani sejak dini. Mereka harus saling mengenal, memahami, dan menghargai satu sama lain sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” jelasnya.

Kapolda juga mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif yang menyentuh langsung para pelajar, terutama di wilayah yang pernah mengalami konflik sosial maupun daerah yang membutuhkan penguatan pendidikan karakter.

Menurut dia, kegiatan pembinaan disiplin, pendidikan kebangsaan, pelatihan kepemimpinan, hingga edukasi keselamatan berlalu lintas dapat menjadi sarana efektif membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan cinta damai.

“Kami ingin berkolaborasi menyentuh sekolah-sekolah yang berada di daerah rawan maupun bekas konflik. Melalui kegiatan seperti pelatihan baris-berbaris, disiplin berlalu lintas, dan pendidikan karakter, kita dapat menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta cinta damai kepada generasi muda,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kapolda Maluku juga mengungkapkan rencana melibatkan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota dalam sejumlah kegiatan edukatif pada rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 tahun 2026.

Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Maluku La Mansur menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Maluku terhadap berbagai program peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

Ia menilai pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk institusi kepolisian agar mampu menghasilkan generasi yang berkualitas dan berintegritas.

“Kami berharap melalui audiensi ini terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara BPMP dan Polda Maluku dalam mendukung keberhasilan program pendidikan di Maluku. Kami juga berencana melaksanakan kegiatan bersama bertajuk ‘Baku Kele Bersama Polda Maluku’ sebagai wadah mempererat kebersamaan dan pendidikan karakter generasi muda,” katanya.

Selain penguatan karakter, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama dalam pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, pendidikan antikorupsi, literasi digital, serta peningkatan kesadaran hukum bagi pelajar.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan, memperluas interaksi lintas kelompok, serta menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Maluku.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.