Festival Golo Koe Labuan Bajo, Upaya Jaga Bumi dan Pariwisata Berkelanjutan
Jumat, 05 Jun 2026, 12:50 WIBKUPANG - Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 diharapkan menjadi sarana memperkuat komitmen pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di destinasi super prioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Andhy MT Marpaung dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat mengatakan festival yang masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu tidak hanya menonjolkan nilai budaya dan religius masyarakat Flores, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
âFestival Golo Koe tidak hanya memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai religius masyarakat Flores, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan,â katanya saat peluncuran Festival Golo Koe 2026 di Labuan Bajo.
Menurut dia, kolaborasi antara Keuskupan Labuan Bajo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Kementerian Pariwisata, BPOLBF, komunitas, dan pelaku usaha menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan kegiatqn berkualitas yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Peluncuran festival tersebut dirangkaikan dengan aksi bersih pantai di kawasan Sudamala Resort, penanaman bibit kelapa, serta pelepasan sepasang burung merpati sebagai simbol perdamaian dan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Rangkaian kegiatan Festival Golo Koe 2026 akan diawali dengan Prosesi Maria Assumpta Nusantara pada 10 Juli 2026 yang akan mengunjungi 26 paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo.
Puncal festival dijadwalkan berlangsung pada 10-15 Agustus 2026 di Labuan Bajo dengan berbagai kegiatan religius, budaya, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan, antara lain pameran UMKM dan kuliner, karnaval budaya, pertunjukan Caci, prosesi Maria Assumpta Nusantara, perayaan Ekaristi Akbar, hingga konser seni dan musik.
Dia menambahkan, festival Golo Koe telah menjadi salah satu agenda unggulan pariwisata dan budaya di kawasan timur Indonesia serta masuk dalam kurasi Kharisma Event Nusantara sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya, religi, dan keberlanjutan.
Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus mengatakan Festival Golo Koe tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan aksi nyata dalam menghadapi tantangan krisis iklim serta kelangkaan ekologis yang sedang dihadapi dunia.
âKrisis iklim dan kelangkaan ekologis merupakan tantangan nyata yang sedang kita hadapi bersama. Festival Golo Koe menjadi ruang kolaborasi untuk merawat bumi sebagai rumah bersama sekaligus mendorong transformasi spiritual, sosial, dan ekonomi yang mendukung keberlanjutan kehidupan,â katanya.
Festival Golo Koe yang pertama kali digelar pada 2022 kini menjadi salah satu agenda budaya dan religi unggulan di kawasan Timur Indonesia .
Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan peluncuran festival yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
âTema dan tagline Festival Golo Koe 2026 harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar seremoni. Mari bersama menjaga bumi sebagai rumah bersama demi masa depan Manggarai Barat yang bersih, lestari, dan berkelanjutan,â ujarnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenag Latih 1.000-an Konten Kreator untuk Belajar Pengamatan Hilal
-
IHSG Anjlok Dipicu Panic Selling, Pasar Bereaksi Emosional Usai Keputusan MSCI
-
Sambut Pemudik Mulai 13 Maret, InJourney Airports Pastikan Kesiapan Operasi dan Layanan 37 Bandara
-
Mau Cari Suasana Baru? Weekend at Parapuar, Cara Baru Nikmati Sisi Darat Labuan Bajo
-
Kecepatan Inovasi vs Keamanan: Mengapa API Menjadi Target Utama Manipulasi Logika Bisnis di 2026?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.