Tak Hanya Asia, Kini Investor Hungaria Berebut Peluang di KEK Batang

Selasa, 02 Jun 2026, 16:05 WIB

JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mempercepat industrialisasi dan menarik investasi berskala besar.

Dengan dukungan infrastruktur terpadu, insentif fiskal, serta lokasi yang terhubung dengan jalur logistik utama di Pulau Jawa, kawasan ini dirancang untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Ket. Foto: Foto udara lokasi industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025). — Sumber: ANTARA/ Harviyan Perdana Putra.

Kehadiran KEK Batang tidak hanya berpotensi menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, terutama di tengah upaya diversifikasi investasi dan relokasi industri dari berbagai negara.

Pemerintah menyampaikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang berhasil menarik minat investor asal Hungaria.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) di bidang energi hijau dalam forum bisnis Indonesia’s New Economic Frontier: Investing in Batang Integrated Estate and Health Special Economic Zone di Budapest, Hungaria.

Dua MoU tersebut ditandatangani antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku badan usaha pembangun dan pengelola KEK Industropolis Batang dengan perusahaan asal Hungaria, yakni Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft. Kedua perusahaan bergerak di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.

“Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kami mengundang dunia usaha internasional tidak hanya untuk menyaksikan transformasi Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/6).

Edwin menegaskan Indonesia dan Hungaria memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan strategis di sektor kesehatan, farmasi, sains, dan inovasi. Hungaria dikenal sebagai salah satu pusat riset farmasi terkemuka di Eropa Tengah dan Timur, sementara Indonesia menawarkan skala pasar dan infrastruktur yang kompetitif untuk pengembangan investasi jangka panjang.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama KEK Industropolis Batang Agung Putu Ngurah Wirawan memaparkan perkembangan signifikan kawasan yang hingga kini telah mencatatkan total investasi sebesar 1,3 miliar dolar AS dan menyerap sekitar 11.000 tenaga kerja langsung.

Ia mengatakan tingginya minat investor terhadap kawasan tersebut tercermin dari peningkatan penjualan lahan yang jauh melampaui rata-rata kawasan industri nasional.

“Pada 2024, penjualan lahan di KEK Industropolis Batang mencapai 104 hektare dan pada 2025 telah mencapai 97 hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata penjualan kawasan industri pada umumnya yang hanya berkisar 15-20 hektare per tahun. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi dan daya saing KEK Industropolis Batang,” ujar Agung.

Selain mempromosikan peluang investasi di KEK Industropolis Batang, pemerintah juga memperkenalkan sejumlah KEK sektor kesehatan kepada komunitas bisnis Hungaria, di antaranya KEK Sanur, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, serta KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten.

Dalam sesi business matching yang diwakili Plt Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Bambang Wijanarko, sejumlah potensi kerja sama turut dibahas, antara lain pengembangan sektor manajemen air dan daur ulang air industri untuk mendukung kebutuhan kawasan di masa depan.

Selain itu, dibahas pula peluang investasi properti dan fasilitas pendukung bagi pekerja di KEK Industropolis Batang, serta penjajakan skema pendanaan bersama antara pemerintah Hungaria dan Indonesia guna mendukung proyek-proyek strategis.

Sebelum forum berlangsung, delegasi Indonesia melakukan serangkaian pertemuan dengan Hungarian Export Promotion Agency (HEPA), Hungarian Chamber of Commerce and Industry (HCCI), dan Hungarian Water Partnership pada 20 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Hungaria menunjukkan minat besar terhadap sektor pengelolaan air, energi hijau, teknologi digital, dan smart city. Bahkan, pihak HCCI mengusulkan agar KEK Industropolis Batang dijadikan proyek percontohan teknologi pengolahan air Hungaria di Indonesia.

Rangkaian promosi investasi ini dinilai berhasil memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Eropa Timur dan Tengah sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi hijau, pengelolaan air, teknologi digital, dan manufaktur maju.

Sebagai tindak lanjut, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK bersama PT KITB dan kementerian/lembaga terkait akan mempercepat agenda business matching lanjutan, kunjungan investor ke Indonesia, serta pembahasan implementasi kerja sama investasi dan transfer teknologi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.