BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Perkuat Dana Murah
Selasa, 02 Jun 2026, 22:50 WIBJAKARTA â PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat transformasi bisnis melalui penguatan ecosystem banking sebagai strategi untuk meningkatkan penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA), memperbesar volume transaksi nasabah, serta memperkuat sumber pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan industri perbankan saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, dinamika global dan persaingan likuiditas yang semakin ketat menuntut perbankan untuk mengembangkan strategi yang lebih adaptif dan tidak hanya bergantung pada penghimpunan dana berbasis suku bunga tinggi.
âPersaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,â ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (2/6).
Kinerja penghimpunan dana murah BTN menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini. Hingga April 2026, dana murah perseroan secara konsolidasi tercatat mencapai Rp216,02 triliun atau tumbuh 8,20 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp199,65 triliun.
Untuk memperkuat pertumbuhan tersebut, BTN memanfaatkan ekosistem perumahan yang selama ini menjadi salah satu keunggulan utama perseroan. Ekosistem tersebut mencakup pengembang, kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga berbagai pelaku usaha yang terkait dengan sektor properti dan real estat.
Melalui pendekatan tersebut, BTN tidak lagi hanya berfokus pada layanan kredit pemilikan rumah (KPR). Perseroan kini memperluas layanan ke berbagai aktivitas keuangan lainnya, mulai dari layanan penggajian, Cash Management System (CMS), layanan perbankan digital, pembiayaan modal kerja, hingga solusi keuangan terintegrasi bagi seluruh pihak yang berada dalam ekosistem tersebut.
Transformasi yang dijalankan juga mencakup perubahan peran jaringan kantor cabang di berbagai daerah. BTN mendorong kantor cabang untuk bertransformasi dari fungsi konvensional sebagai tempat penjualan produk menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis yang mampu menciptakan peluang pertumbuhan baru di wilayah masing-masing.
Nixon menjelaskan bahwa kantor cabang harus mampu melakukan pemetaan potensi ekonomi daerah secara lebih akurat. Selain itu, kantor cabang juga diharapkan dapat membangun komunitas bisnis lokal dan mengembangkan berbagai peluang usaha yang sesuai dengan karakteristik ekonomi wilayah setempat.
âBTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi,â kata Nixon.
Strategi tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang BTN untuk memperkuat struktur pendanaan, meningkatkan keterikatan nasabah, serta memperbesar kontribusi pendapatan nonbunga. Dengan semakin banyak aktivitas transaksi yang terhubung ke dalam ekosistem perbankan, perseroan optimistis dapat menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Selain sektor perumahan, BTN juga mulai memperluas pengembangan ecosystem banking ke sejumlah sektor strategis lainnya. Beberapa sektor yang tengah menjadi fokus pengembangan meliputi pendidikan, kesehatan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai komunitas bisnis lokal yang memiliki aktivitas transaksi tinggi dan kebutuhan layanan keuangan yang berkelanjutan.
Melalui perluasan ekosistem tersebut, BTN berharap dapat membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, terdiversifikasi, dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang. Perseroan juga meyakini strategi ecosystem banking akan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri perbankan nasional.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban 900 Kg untuk Masyarakat Bengkulu Tengah
-
Lestari Moerdijat: 20 Ribu Desa Belum Miliki PAUD, Pemerataan Harus Direalisasikan untuk Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun
-
Arsenal Akan Lakukan Parade Juara Sehari Setelah Lawan PSG di Liga Champions
-
Angka RW Kumuh di Jakarta Menurun hingga 52 Persen
-
Jangan Coba-coba, Ini Efek Buruk Whip Pink yang Dialami Seorang Pengguna
-
UIN Datokarama Palu Kenalkan Budaya Etnis Kaili kepada Mahasiswa Thailand, Filipina, dan Malaysia
-
Aktivitas Penjualan Hewan Kurban di Semarang Menjelang Idul Adha
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.