Aksi Protes Guru Membesar, Piala Dunia 2026 di Meksiko Terancam Terganggu

Selasa, 02 Jun 2026, 08:36 WIB

MEXICO CITY – Polisi Kota Meksiko menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi protes para guru yang berusaha mencapai alun-alun bersejarah Zocalo, lokasi pembangunan area Fan Fest untuk Piala Dunia 2026, hanya 10 hari sebelum turnamen dimulai.

Menurut jurnalis AFP di lokasi, bentrokan pecah ketika para guru yang menuntut kenaikan gaji dan peningkatan tunjangan berhasil menerobos salah satu barikade logam yang dipasang di pintu masuk Plaza Zocalo. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari istana pemerintahan dan akan menjadi tempat berdirinya layar raksasa yang digunakan untuk menayangkan pertandingan pertama Meksiko pada 11 Juni mendatang.

Ket. Foto: Ilustrasi aksi demonstrasi guru di Mexico City, Meksiko. — Sumber: AFP

"Acara ini harus ditangguhkan," kata pemimpin serikat guru, Filiberto Frausto, kepada AFP.

"Perjuangan kami jauh lebih penting daripada sekadar hiburan dan kesenangan sesaat," tambahnya.

Aksi demonstrasi itu digelar oleh faksi oposisi dari serikat guru nasional atau CNTE. Kelompok tersebut mengancam akan mengerahkan "jutaan" guru ke ibu kota selama berlangsungnya Piala Dunia apabila pemerintah gagal memenuhi tuntutan mereka terkait kenaikan gaji dan pembatalan sejumlah aturan pensiun.

Pada tahun 2025, kelompok yang sama memimpin gelombang demonstrasi besar yang sempat melumpuhkan aktivitas di ibu kota. Saat itu, para demonstran memblokir sejumlah jalan utama hingga menutup akses menuju Bandara Internasional Mexico City, salah satu bandara tersibuk di Amerika Latin.

Dalam aksi terbaru, para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan perlawanan seperti, "Kami akan memenangkan perjuangan ini, apa pun risikonya!" dan "Tembok itu akan runtuh!"

Seorang pemimpin aksi menyebut sedikitnya dua orang mengalami luka-luka, termasuk satu korban yang mengalami cedera pada mata. Jurnalis AFP juga menyaksikan seorang demonstran dievakuasi dengan luka berdarah di bagian kepala.

Sebagai balasan atas penggunaan gas air mata, sejumlah demonstran melemparkan petasan ke arah aparat keamanan. Beberapa peserta aksi yang mengenakan penutup wajah memukul barikade logam menggunakan pipa, sementara yang lain merusak kaca truk derek milik kepolisian dan sebuah gedung pemerintah.

Menjulang di atas kawasan berbatu Plaza Zocalo kini berdiri layar raksasa yang akan digunakan untuk menayangkan pertandingan-pertandingan Piala Dunia secara gratis bagi masyarakat.

Selama bertahun-tahun, CNTE kerap menjadikan Zocalo sebagai lokasi perkemahan dan pusat tekanan politik terhadap pemerintah. Namun, menjelang Piala Dunia, kawasan tersebut dijaga ketat aparat keamanan dan akses para guru ke alun-alun itu dibatasi selama sepekan terakhir.

"Zocalo sekarang sepenuhnya diprivatisasi untuk kepentingan Fan Fest," ujar Francisco Garcia, salah seorang peserta aksi yang berasal dari negara bagian Guerrero.

Pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum sebelumnya telah menyepakati kenaikan gaji sebesar 9 persen dengan pimpinan resmi CNTE. Namun angka tersebut masih jauh dari tuntutan kelompok guru yang menginginkan kenaikan hingga 100 persen.

Saat ini, gaji kotor awal seorang guru sekolah negeri di Meksiko setara sekitar 967 dolar AS per bulan.

"Kami tidak akan pergi sampai presiden memberikan jadwal untuk melanjutkan dialog," kata anggota CNTE, Elvira Veleces.

Sheinbaum menegaskan pemerintah tetap membuka ruang dialog dengan para guru. Dalam konferensi pers pagi hari, ia mengakui bahwa sebagian tuntutan tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan anggaran negara, meski beberapa usulan lain masih memungkinkan untuk dibahas lebih lanjut.

Setelah bentrokan mereda, para demonstran menggelar rapat darurat sekitar 100 meter dari barisan polisi yang berjaga.

Kekhawatiran Jelang Piala Dunia

Meksiko diperkirakan akan menerima sekitar lima juta wisatawan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Insiden bentrokan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kesiapan negara itu sebagai tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia.

"Saya sedang berada di pusat kota ketika bentrokan terjadi dan harus berlari mencari perlindungan," ujar mahasiswa berusia 20 tahun, Paola Olivares. "Meksiko jelas belum siap untuk Piala Dunia," katanya.

  • Meksiko
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Pangdam XVII/Cenderawasih: Perayaan HUT Ke-81 RI di Papua Berlangsung Aman

Momentum Bersejarah, 73 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pontianak Ikuti Upacara Perdana Peringatan HUT Ke-81 RI

Pemprov Jambi Luncurkan Program Pemutihan Pajak di HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Program Zero Waste to Money Banyumas Mulai Menampakkan Hasil

Bupati Banyumas Pastikan Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Praktik Digitalisasi akan Dimanfaatkan Kalbar untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif

Demi Ketahanan Pangan, Tiap Desa Mesti Membangun Dua Hektare Makanan

Warga Kalbar Semakin Melek Transaksi Elektronik, Angka QRIS Mencapai Rp6,5 Triliun  

Harga Beras Kualitas Medium di Lebak dalam Dua Bulan Terakhir Relatif Stabil ‎

Raja Salman Sampaikan Dukacita atas Gempa di Sejumlah Wilayah Indonesia.

Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS pada Senin (17/8), Kompak Naik di Pegadaian

Sosok Kolonel Priyo Handoyo, Dandim Kota Semarang yang Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Bulog NTT Tambah 10 Ton Beras untuk Korban Gempa Flores, Pasokan Pangan Dipastikan Aman

Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Ada Pameran Sejarah Kemerdekaan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Rp500 Juta bagi Korban Gempa NTT

Paskibraka Siap Jalankan Tugas Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka.

Telkom Buka Internet Gratis di Lokasi Pengungsian Gempa NTT, Warga Bisa Tetap Terhubung

Siswi SMA 1 Palembang Caliya Azaria Ivana Jadi Pembawa Baki HUT ke-81 RI.

Harga Emas Antam pada HUT Ke-81 RI, Naik Jadi Rp2.677.000/ Gram 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.