- Home
-
- Luar Negeri
-
- Roket Blue Origin Milik Je...
Roket Blue Origin Milik Jeff Bezos Meledak Saat Uji Coba Pembakaran Statis
Jumat, 29 Mei 2026, 09:38 WIBCAPE CANAVERAL â Roket New Glenn milik Blue Origin yang berukuran besar meledak saat uji coba mesin pembakaran statis di Kompleks Peluncuran 36 di Florida pada Kamis (28/5) malam.
Gulf News melaporkan, ledakan tersebut menghancurkan pendorong dan menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur landasan peluncuran, sebuah kemunduran besar bagi perusahaan antariksa milik Jeff Bezos.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 9 malam EDT ketika perusahaan tersebut mencoba menyalakan tujuh mesin tahap pertama BE-4 roket menjelang misi NG-4, yang dijadwalkan membawa 48 satelit broadband Amazon Project Kuiper.Â
Tidak ada laporan cedera, semua personel telah dipastikan keberadaannya, kata Blue Origin dalam pernyatannya di X.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan bola api besar meletus di landasan peluncuran, dengan kobaran api dan asap membubung ke langit malam. Ledakan itu cukup kuat untuk merobohkan menara penangkal petir, menurut para pengamat.
Warga di daerah tersebut melaporkan mendengar suara ledakan.
Blue Origin mengkonfirmasi "anomali" tersebut selama pengujian dan mengatakan sedang bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) untuk melakukan investigasi.
Kehilangan Booster
Perusahaan tersebut belum merinci penyebabnya, tetapi para ahli menunjukkan potensi masalah pada mesin BE-4 atau sistem propelan.
Hilangnya pesawat pendorong tersebut merupakan kerugian finansial dan jadwal yang signifikan bagi Blue Origin.
Kendaraan tersebut merupakan aset kunci dalam upaya perusahaan untuk bersaing dengan SpaceX di pasar pengangkutan berat dan mendukung kontrak, termasuk program Artemis NASA dan konstelasi satelit Amazon.
Penundaan bisa berlangsung berbulan-bulan atau lebih lama karena landasan peluncuran di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral sedang menjalani perbaikan.
Tantangan UtamaÂ
Peristiwa ledakan ini menandai tantangan lain bagi New Glenn, yang telah menghadapi serangkaian pengujian dan rintangan misi.
CEO SpaceX Elon Musk mengomentari kejadian tersebut: "sangat disayangkan" dan "roket itu sulit dibuat."
Blue Origin belum mengumumkan jadwal revisi untuk misi NG-4 atau penerbangan selanjutnya.
Perusahaan tersebut terus mengembangkan roket orbital yang dapat digunakan kembali, yang dirancang untuk membawa hingga 45 ton metrik ke orbit Bumi rendah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
BPH Migas Sebut Kilang Cilacap Optimal Jaga Stok BBM untuk Arus Balik Lebaran
-
Wamendiktisaintek: Riset adalah Investasi Masa Depan Indonesia
-
Torehkan Sejarah! Roket Blue Origin yang Membawa Katy Perry bersama 5 Perempuan Lain Berhasil Kembali ke Bumi
-
Donor Darah Serentak Wanita TNI dan Dharma Pertiwi Raih Rekor MURI
-
Katy Perry dan Kru Blue Origin Tuntaskan Misi Tepian Luar Angkasa dengan Selamat
-
Astronot Pengguna Kursi Roda Pertama Mendarat dari Perjalanan ke Tepi Antariksa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.