- Home
-
- Luar Negeri
-
- Konflik Bersenjata Hambat ...
Konflik Bersenjata Hambat Penanganan Ebola
Jumat, 29 Mei 2026, 01:00 WIBBirmingham - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)Â Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan di wilayah timur Republik Demokratik Kongo memperburuk wabah Ebola dan menghambat upaya kemanusiaan dalam menangani penyebaran penyakit tersebut.
âDRC timur sekarang menghadapi benturan dahsyat antara penyakit dan konflik,â tulis Tedros melalui platform X pada Rabu (27/5).
Dikutip dari Antara, Tedros mengatakan wabah Ebola di Provinsi Ituri semakin sulit ditangani karena konflik bersenjata dan pengungsian massal menghambat akses tim kesehatan ke masyarakat terdampak. Wabah tersebut melibatkan strain Ebola Bundibugyo yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan yang disetujui.
Ia memperingatkan bahwa bentrokan yang terus berlangsung memaksa warga yang terpapar virus tinggal di kamp-kamp pengungsian yang padat sehingga meningkatkan risiko penularan lebih luas.
âMenghentikan penularan Ebola ini sepenuhnya bergantung pada akses kemanusiaan,â kata Tedros.
Menurut dia, serangan terhadap fasilitas kesehatan juga membuat pelacakan kasus dan kontak erat pasien menjadi âhampir mustahilâ.
Tedros menegaskan para tenaga kesehatan di garis depan harus bekerja dalam kondisi berbahaya di tengah meluasnya kekerasan di kawasan tersebut.
âKita tidak dapat membangun kepercayaan masyarakat atau mengisolasi orang sakit sementara bom berjatuhan,â tulisnya.
Ia mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik segera menyepakati gencatan senjata dan memberikan akses aman serta berkelanjutan bagi tim medis yang menangani wabah Ebola.
âKami memohon agar kelangsungan hidup manusia diprioritaskan di atas segalanya,â ujarnya.
Kekerasan di wilayah timur Republik Demokratik Kongo melibatkan sejumlah kelompok bersenjata, termasuk pemberontak M23 dan milisi Koperasi untuk Pembangunan Kongo. Konflik berkepanjangan tersebut telah menyebabkan ratusan ribu warga sipil mengungsi di tengah ketegangan etnis dan regional yang terus berlangsung.
Tutup Perbatasan
Sebelumnya, otoritas kesehatan Afrika juga memperingatkan bahwa wabah Ebola terus menyebar di sejumlah negara di kawasan. Sepuluh negara, yakni Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia, disebut menghadapi risiko penyebaran Ebola menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika.
WHO menilai risiko penyebaran global masih relatif rendah, namun situasi tetap dipantau ketat karena meningkatnya jumlah kasus, infeksi pada tenaga kesehatan, serta munculnya wabah di kawasan perkotaan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
PPIH: 30.611 Jamaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci, Daker Bandara Perkuat Layanan Lansia
-
BMKG: Cuaca Jakarta Senin Berawan, Ini Rincian Suhu dan Anginnya
-
PLTS Jadi Solusi Dukung Kopdes
-
Polisi Tangkap 21 Pengedar Narkotika di Jayapura
-
Wamenkeu Bicara Blak-blakan: Kunci Jaga Fiskal RI di Era Ketidakpastian
-
OJK Harapkan Pasar Modal Topang Kebutuhan Investasi Nasional
-
IHSG Hari Ini Rebound, Investor Manfaatkan Momen Bargain Hunting
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.