Bosnia - Herzegovina Datang dengan Mental Baja, Siap Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026

Jumat, 29 Mei 2026, 09:10 WIB

Timnas Bosnia - Herzegovina akhirnya kembali mencicipi atmosfer Piala Dunia setelah penantian panjang yang penuh drama dan perjuangan. Lebih dari satu dekade sejak debut mereka pada edisi 2014 di Brasil, Bosnia kini hadir di Piala Dunia 2026 dengan status tim kuda hitam yang siap memberi kejutan.

Keberhasilan Bosnia lolos ke putaran final lahir melalui jalur playoff zona Eropa yang menegangkan. Mereka lebih dulu menyingkirkan Wales di semifinal lewat adu penalti dengan skor 4-1 setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal.

Ket. Foto: Timnas Bosnia- Herzegovina. — Sumber: AFP

Drama kembali terjadi pada partai final playoff menghadapi Italia di Stadion Bilino Polje, Zenica. Di hadapan puluhan ribu pendukung fanatik, Bosnia menunjukkan mental baja dan kembali menang lewat adu penalti 4-1 setelah bermain imbang 1-1.

Dua kegagalan eksekutor Italia, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, menjadi momen krusial yang memastikan Bosnia mengamankan tiket menuju Amerika Utara. Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang mimpi buruk Italia yang kembali gagal tampil di Piala Dunia setelah absen pada edisi 2018 dan 2022.

Atmosfer di Zenica saat itu berubah menjadi lautan emosi. Para suporter Bosnia tanpa henti menyanyikan lagu dukungan bertuliskan, “Saya dari Bosnia, bawa saya ke Amerika,” seperti dikutip FIFA.

Kini, harapan itu berubah menjadi kenyataan.

Bosnia datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar sebagai pelengkap grup. Mereka hadir dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menyingkirkan salah satu raksasa sepak bola Eropa.

Sebelum mencapai playoff, perjalanan Bosnia di fase grup kualifikasi juga tidak mudah. Mereka tergabung di Grup H bersama Austria, Rumania, Siprus, dan San Marino.

Persaingan berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir. Bosnia akhirnya finis sebagai runner-up dengan koleksi 17 poin, hanya terpaut dua angka dari Austria yang keluar sebagai juara grup.

Meski gagal lolos otomatis, jalur playoff justru menjadi panggung pembuktian karakter tim asuhan Sergej Barbarez. Bosnia menunjukkan ketenangan, disiplin, dan mental bertanding yang kuat ketika menghadapi laga-laga penuh tekanan.

Di balik kebangkitan Bosnia, terdapat sosok Sergej Barbarez. Nama tersebut bukan figur asing bagi publik sepak bola Bosnia dan Herzegovina.

Barbarez merupakan salah satu legenda terbesar sepak bola Bosnia. Semasa aktif bermain, ia dikenal sebagai gelandang serang kreatif yang pernah tampil di Bundesliga bersama klub-klub besar seperti Hamburger SV, Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, dan Union Berlin.

Bersama tim nasional Bosnia, Barbarez mencatatkan 17 gol dari 47 penampilan sepanjang periode 1998 hingga 2006. Kontribusinya membuat ia dikenang sebagai salah satu ikon sepak bola negara tersebut.

Setelah sempat menjauh dari dunia sepak bola, Barbarez kembali dengan tantangan baru sebagai pelatih kepala Bosnia sejak 2024. Meski minim pengalaman sebagai pelatih utama di level elite, ia berhasil membawa identitas baru bagi permainan Bosnia.

Barbarez menerapkan pendekatan taktik yang seimbang dengan formasi dasar 4-4-2. Ia memadukan disiplin bertahan, transisi cepat, dan agresivitas di lini depan dengan kombinasi pemain muda serta senior.

Pendekatan tersebut mulai membuahkan hasil dan membuat Bosnia tampil lebih solid dibanding beberapa tahun terakhir.

Di tengah perpaduan pemain muda dan senior, nama Ermedin Demirovic menjadi salah satu sorotan utama Bosnia menjelang Piala Dunia 2026.

Penyerang VfB Stuttgart tersebut kini berstatus sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Bosnia. Penampilannya di Bundesliga terus meningkat, termasuk saat membantu Stuttgart meraih gelar DFB Pokal 2024/2025.

Bersama tim nasional, Demirovic telah mencatatkan empat gol dan tiga assist dari 38 penampilan. Meski sempat mengalami cedera pada awal kualifikasi, ia tetap memainkan peran penting dalam fase playoff menghadapi Wales dan Italia.

Kini, dengan kondisi fisik yang kembali prima, Demirovic diharapkan menjadi pembeda di lini depan Bosnia.

Selain Demirovic, Bosnia tetap mengandalkan sosok veteran Edin Dzeko. Penyerang berusia 40 tahun itu masih menjadi figur sentral sekaligus pemimpin ruang ganti.

Dzeko telah mencatatkan 148 penampilan dan mengoleksi 73 gol bersama Bosnia, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional.

Namun kondisi kebugarannya menjadi perhatian setelah mengalami cedera bahu ketika menghadapi Italia di final playoff. Bosnia kini berharap sang kapten mampu pulih tepat waktu sebelum laga pembuka Piala Dunia melawan Swiss pada 19 Juni 2026.

Kombinasi Pengalaman dan Generasi Baru

Bosnia juga memiliki sejumlah pemain berpengalaman lain seperti Sead Kolasinac yang menjadi satu-satunya pemain tersisa dari skuad Piala Dunia 2014.

Bek Atalanta tersebut diharapkan mampu menjadi mentor bagi generasi muda Bosnia yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia.

Salah satu pemain muda yang mulai mencuri perhatian adalah bek Sassuolo, Tarik Muharemovic. Penampilannya di Serie A sepanjang musim 2025/2026 membuatnya diprediksi menjadi pilar utama di lini belakang Bosnia.

Dengan kombinasi pengalaman, mental kuat, dan generasi muda potensial, Bosnia & Herzegovina berpeluang menjadi salah satu tim kejutan di Piala Dunia 2026.

Status underdog justru memberi keuntungan tersendiri bagi mereka. Tanpa tekanan besar, Bosnia bisa tampil lebih lepas dan menghadirkan cerita baru di panggung sepak bola terbesar dunia.

Bosnia & Herzegovina tergabung di Grup B bersama tuan rumah Kanada, Swiss, dan Qatar.

Mereka akan membuka perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kanada pada 13 Juni 2026. Target utama Bosnia adalah melampaui pencapaian pada edisi 2014 yang terhenti di fase grup.

Daftar Pemain Bosnia & Herzegovina Piala Dunia 2026

Kiper

Nikola Vasilj (St Pauli), Martin Zlomislic (Rijeka), Osman Hadzikic (Slaven Belupo)

Bek

Sead Kolasinac (Atalanta), Amar Dedic (Benfica), Nihad Mujakic (Gaziantep), Nikola Katic (Schalke 04), Tarik Muharemovic (Sassuolo), Stjepan Radeljic (Rijeka), Dennis Hadzikadunic (Sampdoria), Nidal Celik (Lens)

Gelandang

Amir Hadziahmetovic (Hull City), Ivan Sunjic (Pafos), Ivan Basic (Astana), Dzenis Burnic (Karlsruher SC), Ermin Mahmic (Slovan Liberec), Benjamin Tahirovic (Brondby), Amar Memic (Viktoria Plzen), Armin Gigovic (Young Boys), Kerim Alajbegovic (RB Salzburg), Esmir Bajraktarevic (PSV Eindhoven)

Penyerang

Ermedin Demirovic (VfB Stuttgart), Jovo Lukic (Universitea Cluj), Samed Bazdar (Jagiellonia Bialystok), Haris Tabakovic (Borussia Moenchengladbach), Edin Dzeko (Schalke 04)

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra, Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.