Yuto Nagatomo Pecahkan Rekor Asia, Bela Jepang di Lima Edisi Piala Dunia

Kamis, 28 Mei 2026, 06:05 WIB

TOKYO, JEPANG - Pemain veteran Jepang Yuto Nagatomo menegaskan bahwa usia bukan penghalang untuk terus bersaing di level tertinggi. Di usia 39 tahun, bek kiri penuh energi itu bersiap mencatat sejarah sebagai pemain Asia pertama yang tampil dalam lima edisi Piala Dunia.

Karakter agresif dan emosional yang melekat pada Nagatomo tampaknya tidak pernah luntur. Meski kecepatannya tak lagi sama seperti ketika memperkuat Inter Milan pada masa jayanya, antusiasme dan pengaruhnya di ruang ganti diyakini masih menjadi senjata penting bagi Jepang menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ket. Foto: Yuto Nagatomo. — Sumber: AFP

Di dalam skuad tim nasional Jepang, Nagatomo dikenal sebagai motor semangat tim. Ia kerap memimpin sesi jogging latihan, membakar motivasi rekan-rekannya, hingga membagikan pengalaman yang ia kumpulkan dari 144 penampilan bersama tim nasional.

“Piala Dunia memiliki aroma yang berbeda dan saya bisa merasakannya,” ujar Nagatomo.

“Kalau saya merasakan atmosfer tim mulai menurun, saya bisa membersihkannya. Saya bisa berperan seperti pemurni udara.”

Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menjadi titik awal perjalanan panjang Nagatomo di panggung global. Penampilan impresifnya kala membawa Jepang menembus babak 16 besar membuatnya direkrut Inter Milan enam bulan kemudian.

Bersama klub raksasa Italia itu, Nagatomo mencatat lebih dari 200 penampilan selama tujuh musim. Ia juga sempat memperkuat Galatasaray dan Olympique de Marseille sebelum kembali ke FC Tokyo pada 2021.

Nama Nagatomo kembali mencuri perhatian dunia saat tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar. Jepang secara mengejutkan menaklukkan Jerman dan Spanyol sebelum tersingkir lewat adu penalti melawan Kroasia di babak 16 besar.

Dengan rambut merah menyala, teriakan “Bravo!” Nagatomo dalam wawancara televisi usai kemenangan atas Jerman viral di berbagai media sosial dunia.

Pelatih Jepang Hajime Moriyasu menilai pengalaman Nagatomo sangat penting untuk menjaga mental para pemain muda di turnamen sebesar Piala Dunia.

“Ia sudah menjalani empat Piala Dunia sebelumnya dan memahami keberhasilan maupun kegagalan di sana,” kata Moriyasu.

“Tekanan di Piala Dunia jauh lebih besar daripada yang dibayangkan banyak orang. Pengalaman dan komunikasi Nagatomo bisa membantu pemain muda tetap tenang.”

Meski kini bukan lagi pilihan utama di posisi bek kiri, Nagatomo tetap dipercaya masuk skuad. Ia bahkan mencatat rekor baru sebagai pemain Asia pertama yang dipanggil untuk lima Piala Dunia, melewati legenda Korea Selatan Hong Myung-bo dan ikon Arab Saudi Sami Al-Jaber.

Pencapaian itu membuat Nagatomo emosional. Ia menangis ketika pengumuman skuad resmi dilakukan setelah menyadari sejarah yang baru saja ia ukir.

Moriyasu menegaskan Nagatomo bukan sekadar penyemangat tim.

“Saya melihat dia masih mampu bermain dengan intensitas tinggi dan layak tampil di Piala Dunia,” ujar sang pelatih.

Menariknya, Nagatomo menjadi satu-satunya pemain non-kiper dalam skuad Jepang yang masih bermain di kompetisi domestik J.League. Situasi itu sangat berbeda dibanding debutnya di Piala Dunia 2010 ketika mayoritas pemain Jepang masih bermain di liga lokal.

Kini, kedalaman skuad Jepang yang dipenuhi pemain yang berkompetisi di Eropa membuat Moriyasu percaya Samurai Biru mampu melangkah lebih jauh, bahkan membidik gelar juara dunia.

Nagatomo pun menyambut optimisme itu dengan penuh keyakinan.

“Saya ingin memberikan seluruh pengalaman yang saya miliki demi membantu tim menjadi juara dunia,” katanya.

“Di Piala Dunia sebelumnya saya bermain dengan semangat besar, tetapi kali ini semangat saya jauh lebih membara. Saya harap semua orang siap merasakan kegembiraan yang luar biasa.”

  • Timnas Jepang
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.