Wali Kota Bandung: Camat dan Lurah Harus Jadi Pemimpin yang Hadir di Tengah Warga
Kamis, 28 Mei 2026, 18:30 WIBBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat, terbuka terhadap kritik serta mampu mengeksekusi visi menjadi kenyataan.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Kegiatan Pelatihan bagi Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung pada Selasa (26/5) lalu.
Wali Kota Farhan menyoroti tantangan besar Kota Bandung pascapandemi Covid-19. Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini masih berada di angka 5,29 persen dan belum sepenuhnya pulih seperti kondisi sebelum pandemi.
Menurut dia, tekanan terhadap kota semakin besar seiring meningkatnya daya tarik Bandung sebagai kota tujuan wisata dan aktivitas masyarakat. Bahkan pada akhir pekan tertentu jumlah orang yang masuk ke Kota Bandung diperkirakan mencapai 3,5 juta orang.
âTekanan terhadap pelayanan makin besar daya tarik Kota Bandung makin tinggi. Maka tantangan sosial termasuk pengangguran dan ketimpangan harus benar-benar kita jawab dengan kerja nyata,â kata Wali Kota Farhan.
Wali Kota Farhan meminta seluruh aparatur wilayah, mulai dari lurah hingga camat untuk memiliki pola pikir terbuka dan tidak alergi terhadap perbedaan pendapat. Ia menilai, seorang pemimpin harus mampu memahami langsung kondisi masyarakat di berbagai lapisan sosial.
Ia mencontohkan bagaimana seorang pemimpin harus bisa merasakan persoalan warga di kawasan padat maupun memahami kebutuhan masyarakat kelas menengah atas. Menurut dia, semua persoalan warga harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama pemerintah.
âBuka pikiran buka hati. Pemimpin itu harus merasakan apa yang dirasakan masyarakat,â ujar dia.
Selain itu, Wali Kota Farhan juga menekankan konsep kepemimpinan transformatif yang mengedepankan eksekusi, integritas dan keberanian mengambil keputusan. Ia menyebut seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki visi tetapi juga harus mampu mewujudkan visi tersebut menjadi realita.
âLeader melakukan hal yang benar, manajer melakukan dengan cara yang benar. Jadi kita harus menjadi keduanya,â ungkap dia.
Wali Kota Farhan turut menyoroti pentingnya budaya pelayanan publik yang berkelanjutan. Ia meminta para aparatur tidak bekerja demi kepentingan individu atau pencitraan melainkan membangun sistem yang bisa terus berjalan meski kepemimpinan berganti. Baginya, keberhasilan pemimpin bukan diukur dari popularitas pribadi melainkan dari kemampuan melahirkan pemimpin baru dan menciptakan sistem yang tetap bertahan.
âPemimpin hebat bukan yang mengumpulkan pengikut tetapi yang melahirkan pemimpin baru,â ujar dia
Tak hanya itu, Wali Kota Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas di lingkungan birokrasi. Ia meminta seluruh ASN menjaga profesionalisme dan menolak praktik gratifikasi. Ia berharap seluruh aparatur kewilayahan mampu menjadi pemimpin yang hadir, responsif, komunikatif dan benar-benar bekerja untuk masyarakat.
âJadilah pemimpin yang terlihat di lapangan, bukan hanya hadir dalam laporan,â tutur dia. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur
-
Wali Kota: Aktivasi Bandara Husein Perkuat Investasi dan Pariwisata Bandung-Malaysia
-
Wali Kota: Grand Design Kependudukan Jadi Panduan Bandung Menuju 2045
-
Kota Bandung dan Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan
-
Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City Setelah Satu Dekade Penuh Kejayaan
-
Walkot Farhan Wanti-wanti BPBD Bandung Akan Potensi Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau
-
Pemkot Bandung Siapkan Penguatan Ketahanan Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.