Situasi Masih Tegang, Menlu Jerman Desak Komisi Eropa Lindungi Perbatasan Usai Migran Masuk ke Ceuta

Minggu, 02 Agu 2026, 20:06 WIB

MOSKOW – Situasi masih tegang. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul meminta Komisi Eropa untuk memprioritaskan perlindungan perbatasan eksternal Uni Eropa menyusul masuknya migran ke wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, seperti laporan surat kabar Jerman Bild pada Minggu.

Menlu Jerman mengatakan bahwa negara-negara Eropa membutuhkan mitra eksternal, seperti Maroko, untuk mengendalikan migrasi ilegal, menurut laporan surat kabar tersebut. Eropa dilaporkan berhasil menghindari krisis migrasi besar, tetapi situasinya tetap tegang.

Ket. Foto: Aparat keamanan Spanyol mengambil tindakan kepada para migran yang berenang dari Maroko dan tiba di pesisir kota Ceuta, Spanyol, Jumat (31/7). — Sumber: Antara foto/Anadolu Agency

Sebelumnya pada akhir Juli, Ceuta mencatat gelombang migran dalam jumlah besar dari Maroko. Pada Jumat, walikota-presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas, mengatakan sekitar 60.000 orang telah memasuki wilayah kota dari Maroko dalam satu hari.

Kerusuhan pecah di tengah krisis, dan tambahan unit polisi, Garda Sipil, dan militer dikerahkan.

Ceuta adalah daerah kantong Spanyol di pantai utara Afrika, dan terletak di perbatasan dengan Maroko.

Bersama dengan Melilla, Ceuta membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika dan dianggap sebagai jalur utama migrasi ilegal ke Uni Eropa.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.