- Home
-
- Luar Negeri
-
- Situasi Masih Tegang, Menl...
Situasi Masih Tegang, Menlu Jerman Desak Komisi Eropa Lindungi Perbatasan Usai Migran Masuk ke Ceuta
Minggu, 02 Agu 2026, 20:06 WIBMOSKOW â Situasi masih tegang. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul meminta Komisi Eropa untuk memprioritaskan perlindungan perbatasan eksternal Uni Eropa menyusul masuknya migran ke wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, seperti laporan surat kabar Jerman Bild pada Minggu.
Menlu Jerman mengatakan bahwa negara-negara Eropa membutuhkan mitra eksternal, seperti Maroko, untuk mengendalikan migrasi ilegal, menurut laporan surat kabar tersebut. Eropa dilaporkan berhasil menghindari krisis migrasi besar, tetapi situasinya tetap tegang.
Sebelumnya pada akhir Juli, Ceuta mencatat gelombang migran dalam jumlah besar dari Maroko. Pada Jumat, walikota-presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas, mengatakan sekitar 60.000 orang telah memasuki wilayah kota dari Maroko dalam satu hari.
Kerusuhan pecah di tengah krisis, dan tambahan unit polisi, Garda Sipil, dan militer dikerahkan.
Ceuta adalah daerah kantong Spanyol di pantai utara Afrika, dan terletak di perbatasan dengan Maroko.
Bersama dengan Melilla, Ceuta membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika dan dianggap sebagai jalur utama migrasi ilegal ke Uni Eropa.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Korban Tewas Krisis Imigran Ceuta Tembus 67 Orang, Spanyol Kritik Solidaritas Uni Eropa dan Bangun Penghalang di Laut
-
Viral! 60 Ribu Migran Maroko Nekat Masuk Spanyol, Puluhan Tewas di Perbatasan
-
Belgia vs Iran Piala Dunia 2026: Lukaku Jadi Andalan, Trossard Gantikan Jeremy Doku yang Absen
-
Ceuta, Wilayah Kantong Spanyol yang Jadi Tujuan Imigran dan Menjadi Titik Konflik dengan Maroko
-
Skateboard Kian Diminati, Bobby Nasution Dorong Pembangunan Skatepark Besar di Sumatera Utara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.