Pemkab Cirebon: Situs Huludayeuh di Desa Cikalahang Simpan Jejak Kerajaan Sunda

Kamis, 28 Mei 2026, 17:59 WIB

CIREBON, JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebut Situs Batu Tulis Huludayeuh di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, dapat menjadi destinasi edukasi sejarah dan budaya karena menyimpan jejak penting peninggalan Kerajaan Sunda di wilayah Cirebon.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno di Cirebon, Kamis (28/5), mengatakan situs tersebut memiliki nilai sejarah tinggi karena berkaitan dengan perjalanan pemerintahan Kerajaan Sunda pada masa lampau.

Ket. Foto: Kondisi Situs Batu Tulis Huludayeuh di Cirebon, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Cirebon.

Menurut dia, keberadaan prasasti batu tulis kuno di situs tersebut menjadi bukti sejarah yang perlu dijaga sekaligus dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Ini menjadi salah satu bukti penting perjalanan sejarah Kerajaan Sunda di wilayah Cirebon yang perlu dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat,” katanya.

Fajar menuturkan Situs Batu Tulis Huludayeuh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi, karena pengunjung dapat mempelajari sejarah sekaligus menikmati panorama alam di sekitar kawasan situs.

Ia mengatakan upaya pelestarian situs budaya perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat, agar warisan sejarah daerah tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Juru Kunci Situs Batu Tulis Huludayeuh Edi mengatakan batu prasasti tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pada 1930, ketika kawasan itu masih berupa hutan belantara.

“Dulunya masih hutan. Dikabarkan ada pohon beringin tumbang, lalu di bawahnya ditemukan batu ini,” katanya.

Ia menjelaskan penelitian terhadap situs tersebut baru dilakukan pada Februari 1991, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki keterkaitan dengan peninggalan Kerajaan Sunda.

Menurut Edi, berdasarkan keterangan para ahli, prasasti tersebut dibuat atas perintah seorang raja bergelar Sri Maharaja Ratu Haji sebagai tanda peringatan atas pekerjaan yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

“Batu ini ditulis atas perintah kerajaan sebagai tanda peringatan atas pekerjaan-pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia menuturkan situs tersebut terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya dan pernah dikunjungi pelajar maupun masyarakat, yang ingin mempelajari sejarah serta budaya Cirebon.

“Masyarakat bisa datang langsung untuk berkunjung supaya tahu sejarah dan ikut melestarikannya,” kata Edi. Ant

  • Situs Sejarah Situs Batu Tulis Huludayeuh

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.