- Home
-
- Luar Negeri
-
- NASA Gandeng Blue Origin u...
NASA Gandeng Blue Origin untuk Misi Pangkalan di Bulan
Kamis, 28 Mei 2026, 01:00 WIBWASHINGTON â NASA memilih perusahaan antariksa Blue Origin milik Jeff Bezos, Firefly Aerospace, serta sejumlah perusahaan luar angkasa lainnya untuk mengirimkan pendarat robotik, rover, hingga drone ke Bulan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mempercepat pembangunan pangkalan di Bulan sebelum akhir dekade ini.
Dilansir dari The Straits Times pada Rabu (27/5), badan antariksa Amerika Serikat tersebut memberikan kontrak masing-masing senilai 220 juta dollar AS kepada Lunar Outpost dan Astrolab untuk membangun rover yang dapat bergerak secara otonom di permukaan Bulan, sekaligus dapat digunakan oleh astronaut di masa depan untuk menjelajahi medan lunar.
NASA juga menugaskan Blue Origin untuk mengirimkan rover tersebut ke permukaan Bulan menggunakan wahana pendarat kargo tanpa awak milik perusahaan itu yang bernama Mark 1. Setiap misi pendaratan dan pengiriman rover tersebut bernilai sekitar 234 juta dollar AS bagi Blue Origin, menurut NASA.
Pejabat program NASA Carlos GarcÃa-Galan mengatakan bahwa wahana antariksa Elytra milik Firefly Aerospace akan mengangkut drone pertama ke Bulan dalam program Moonfall. Program ini akan menggunakan kendaraan otonom untuk mengambil gambar permukaan Bulan serta membuat peta lokasi potensial untuk pendaratan dan pembangunan pangkalan.
Pengumuman ini menjadi langkah konkret pertama dari dorongan Administrator NASA Jared Isaacman untuk mempercepat pembangunan pangkalan di Bulan, yang menjadi bagian penting dari ambisi ruang angkasa nasional Presiden Donald Trump.
Sementara itu, saham perusahaan Intuitive Machines yang berbasis di Texas anjlok setelah tidak terpilih dalam proyek rover ini, meskipun perusahaan tersebut masih memiliki beberapa kontrak NASA untuk pengiriman wahana pendarat ke Bulan.
Intuitive Machines sebelumnya menjadi perusahaan pertama yang berhasil mendaratkan wahana komersial di Bulan pada 2024, meskipun pendarat tersebut terguling saat mendarat sehingga membatasi misinya di permukaan. Upaya kedua pada Maret 2025 juga mengalami kegagalan serupa.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bingung Cari Tempat untuk Mengisi Liburan, Ini Tujuh Rekomendasi Kegiatan Akhir Pekan di Jakarta
-
Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen
-
Ubud Village Jazz Festival Bakal Digelar Lagi di Tepi Sungai Berlatar Pepohonan pada Agustus 2027
-
BEI Resmi Luncurkan ETF Emas, Berikut Cara Beli dan Keuntungan Memilikinya
-
Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla
-
Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau
-
Heboh, Gedung Bapenda DKI Jakarta Kebakaran Dini Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.